JawaPos Radar

Imigran Asal Afganistan Penghuni Rudenim Ditemukan Tewas Tergantung

01/10/2018, 17:00 WIB | Editor: Budi Warsito
Imigran Asal Afganistan Penghuni Rudenim Ditemukan Tewas Tergantung
Lokasi Abbas ditemukan tergantung di Rudenim Sekupang. (Boni Bani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Penantian yang cukup panjang membuat Abbas Mohammady, imigran asal Afganistan frustasi. Hal itu menyebabkan Abbas nekat mengakhirihi hidupnya dengan cara gantung diri di tiang pull up Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kecamatan Sekupang, Batam, Minggu (30/9) kemarin.

Kasi Registrasi Administrasi dan Pelaporan Rudenim Pusat Tanjungpinang, Komarudin mengatakan korban ditemukan telah tak bernyawa sekitar pukul 03.00 WIB.

"Pertama ditemukan oleh Ahmad Muhammad Gahayr asal Somalia, langsung melaporkan kepada petugas kita dan diturunkan," kata Komarudin ditemui di Rudenim Sekupang, Senin (1/10).

Imigran Asal Afganistan Penghuni Rudenim Ditemukan Tewas Tergantung
Kasi Registrasi Administrasi dan Pelaporan Rudenim Pusat Tanjungpinang, Komarudin. (Boni Bani/JawaPos.com)

Komarudin melanjutkan, korban telah berada di Rudinim Sekupang selama dua tahun. Berdasarkan keterangan dari rekan-rekannya, Abbas nekat bunuh diri dengan menggunakan tali celana olahraga karena frustasi tak kunjung diberangkatkan ke negara ketiga.

"Teman-teman seangkatan dengannya sudah pada keluar ke negara ketiga, sementara dia (Abbas) masih di sini," kata Komarudin lagi.

Abbas lanjutnya, adalah sosok yang ramah dan disenangi semua imigran. Hal itu terbukti dengan terpilihnya ia menjadi juru bicara untuk teman-temannya yang berasal dari Afganistan.

Aksi bunuh diri ini bukan yang pertama kali dilakukan Abbas, sebelumnya dia juga pernah melakukan tindakan yang sama. Itu (percobaan bunuh diri) dilakukannya pada Desember 2017 lalu. Saat itu, dia melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menenggak cairan pemutih pakaian. Aksinya diketahui dan berhasil diselamatkan, walaupun ia harus dirawat intensif di rumah sakit.

Ghulam Yahya Nasiri, imigran asal Afganistan yang kenal dengan Abbas mengaku tak menyangka temannya meninggal dengan cara tersebut. Padahal Abbas adalah sosok periang yang baik dengan kawan-kawannya di sini. Meskipun bukan teman dekatnya, Ghulam mengaku kehilangan Abbas yang dianggap sebagai pemimpin mereka di Rudenim ini.

Untuk kepentingan penyelidikan pihak kepolisian, jasad korban saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, di Kecamatan Nongsa, untuk divisum. Dari hasil koordinasi dengan pihak keluarga dan temannya di Rudenim, korban nantinya akan dimakamkan di Batam.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up