JawaPos Radar

PNS Malang yang Terjaring OTT Polda Jatim Tidak Ditahan

01/10/2018, 16:43 WIB | Editor: Dida Tenola
PNS Malang yang Terjaring OTT Polda Jatim Tidak Ditahan
Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera. (Aryo Mahendro/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Kholifah, 54, PNS Kabupaten Malang yang bertugas sebagai bendahara di Puskesmas Karangploso, Kabupaten Malang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Polda Jatim, Kamis (27/9). Namun, Polda Jatim tidak melakukan penahanan terhadap Kholifah. Usai dilakukan pemeriksaan, Kholifah dan Kepala Puskemas dr Sony dibolehkan pulang.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Fans Barung Mangera menjelaskan, ada tiga hal yang membuat mereka melepaskan kedua PNS itu. "Pertama, karena kooperatif," kata Barung kepada JawaPos,com, Senin (1/10).

Selanjutnya, kata Barung, tidak dilakukan penahanan karena kedua PNS ini tidak akan kabur. Keyakinan itu timbul sebab status keduanya yang merupakan pegawai negeri.

Alasan ketiga, karena dia yakin Kholifah tidak akan menyembunyikan atau menghilangkan barang bukti. "Gimana mau hilang kalau sudah kami sita semua. Sama kayak kasus Puskesmas di Sidoarjo, tidak kami tahan karena mereka kooperatif," imbuhnya.

OTT tersebut terkait dengan dana kapitasi yang dipotong serta pemotongan gaji tanpa sepengetahuan pemiliknya. Kapitasi merupakan kompensasi yang diberikan pemerintah atas jasa pelayanan.

Kompensasi ini diberikan kepada PNS, pekerja harian lepas di bidang kesehatan.  Pembagiannya sudah diatur oleh Kementerian Kesehatan. "Ada aturannya, bukan tidak ada bunyinya (aturan) kemudian dipotong untuk yang lainnya," tegas alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1992 tersebut.

Saat ini, status Kholifah masih terperiksa. Belum naik menjadi tersangka. Nasibnya sama dengan kasus pemotongan kapitasi di Sedati, Sidoarjo. "Tinggal pemeriksaan lagi. OTT itu anda baru kumpulkan barang bukti. Setelah dipilah akan dilakukan pemanggilan. Belum ada tersangka, belum ada saksi yang diperiksa," tegasnya.

Seperti diberitakan JawaPos.com sebelumnya, Kholifah terjaring OTT, Kamis (27/9). Barang bukti yang turut diamankan bersama pelaku berupa dokumen jasa pelayanan, surat pertanggungjawaban dana kapitasi. Selain itu, juga diamankan telepon seluler, 57 buku tabungan Bank Jatim berikut kartu ATM dan 31 amplop berisi uang dengan total sebesar Rp 75,6 juta.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up