JawaPos Radar

Uji Coba Ganjil Genap, Pemkot Bandung Kaji Empat Jalan Ini

01/10/2018, 15:39 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Uji Coba Ganjil Genap, Pemkot Bandung Kaji Empat Jalan Ini
Ilustrasi: Kebijakan ganjil genap akan diterapkan di Bandung, Jawa Barat. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Wacana penerapan sistem ganjil genap untuk kendaraan di Kota Bandung masih harus dikaji. Pemerintah Kota Bandung bersama Dinas Perhubungan akan melakukan suvei dan mengkaji sebelum merealisasikan pembatasan kendaraan ini.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan, pihaknya meminta pendapat terlebih dahulu kepada ahli atau pengamat. Namun sejauh ini, beberapa jalan di Kota Bandung bisa untuk dilakukan uji coba sistem ganjil genap.

"Kami sedang cari pendapat ahli dulu, kemudian sosialisasi dan realisasi, serta akan uji coba selama sebulan," kata Didi di Balai Kota Bandung, Senin (1/10).

Dia menambahkan ada beberapa ruas jalan yang dikaji untuk penerapan pembatasan kendaraan ini. Seperti di Jalan Supratman, Jalan Ahmad Yani, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Otista. Hingga saat ini, Dinas Perhubungan Bandung masih melakukan pemetaan.

"Ada empat jalan yang akan kami uji coba untuk penerapan ganjil genap. Karena kami melihat keempat jalan ini cukup padat arus lalu lintasnya," jelas Didi.

Dalam wacana penerapan ganjil genap, ini membawa misi merubah pola moda transportasi masyarakat Bandung. Hal itu karena melihat kemacetan di Bandung terus bertambah. Karena masyarakat lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi dibanding transportasi umum.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Bandung akan menerapkan kebijakan ganjil genap untuk mengurai kemacetandi beberapa ruas jalan. Namun kebijakan tersebut merupakan sebagai program jangka pendek.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik mengatakan, ganjil genap merupakan salah satu cara atau solusi untuk mengurai kemacetan di kota yang padat dengan kendaraan roda dua maupun empat.

Berdasarkan kebijakan Kementerian Perhubungan yang mendorong untuk lakukan ganjil genap di daerah dengan lalu lintas yang padat, akan sesuai bila diterapkan di Kota Bandung.

"Saya pikir ganjil genap ini adalah satu solusi. Karena kita berbicara di perhubungan ini harus bicara karakteristik transportasi, dari mulai hulu, tengah, juga pemanfaatan ruang," kata Dedi di Gedung Sate Bandung, Kamis (27/9).

(ce1/ona/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up