JawaPos Radar

Jubir Prabowo-Sandi: Tidak Etis Klaim Suara Institusi NU

01/10/2018, 15:32 WIB | Editor: Kuswandi
Prabowo-sandiaga
Ilustrasi: Prabowo-Sandiga Uno (Koko/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Dukungan Nahdlatul Ulama (NU) disebut-sebut semakin menguat ke Jokowi-Ma'ruf pasca merapatnya Yenny Wahid ke paslon nomor urut 1 tersebut. Berbagai tokoh NU pun diketahui banyak merapat kepada kubu petahana tersebut.

Habiburokhman selaku Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengaku tak setuju dengan anggapan dukungan NU bulat ke kubu rivalnya. Dia menyebut, tak boleh ada salah satu paslon pun yang mengatasnamakan suara untuk seluruh warga NU.

"NU sendiri jelas sudah kembali ke khitah, sejak tahun 1996, NU menyatakan kembali ke khitah tidak berpolitik. Jadi kalau ada beberapa pimpinan NU ke kubu sebelah, tentu banyak juga tokoh-tokoh NU yang di kami," kata Habiburokhman di Gelanggang Remaja, Jakarta (30/9).

Di sisi lain, Prabowo-Sandi masih optimistis dapat memenangkan suara masyarakat NU dalam pilpres kali ini. Dia juga mengaku tak etis ada oknum yang kerap mengatasnamakan NU.

"Jadi orang-orang yang mengklaim institusi seperti NU menurut saya itu tidak etis, karena NU tidak bisa berpolitik praktis dan sudah dinyatakan oleh NU sendiri bahwa tidak berpolitik praktis," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah tokoh NU memang diketahui merapat ke kubu Jokowi-Ma'ruf. Bukan tanpa sebab, cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin juga merupakan kader NU.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up