JawaPos Radar

70 Persen Rumah Rusak Di Parigi Moutong Akibat Gempa

01/10/2018, 15:14 WIB | Editor: Erna Martiyanti
70 Persen Rumah Rusak Di Parigi Moutong Akibat Gempa
Dampak gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. (Dok. Aksi Cepat Tanggap (ACT))
Share this image

JawaPos.com - Wilayah Toboli, Parigi Moutong yang juga terdampak gempa saat ini sudah bisa ditembus. Jalur tersebut dibuka semalam dari arah Kabupaten Tolitoli. Hal itu disampaikan oleh Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal.

Iqbal menyampaikan belum banyak akses yang bisa dilintasi untuk menuju Toboli. Dari hasil pantauan Iqbal, akses hanya bisa masuk melalui wilayah selatan dari Tolitoli. "Sudah bisa diakses. Namun aksesnya dari wilayah selatan, dari Tolitoli," ujarnya kepada JawaPos.com, Senin (1/10).

Dari hasil pantauannya, kerusakan di wilayah tersebut cukup parah. Sekitar 70 persen rumah terbilang rusak akibat guncangan gempa yang terpusat di Palu itu. "Kondisinya tujuh puluh persen rumah rubuh," sebut Iqbal.

Dia mengatakan, masyarakat di Parigi Moutong banyak yang mendirikan tenda. Saat ini mereka sangat membutuhkan makanan dan obat-obatan. "Belum ada sama sekali bantuan logistik dari pemerintah karena memang akses tertutup," tutur Iqbal yang tengah berada di lokasi.

Bantuan hanya datang dari pemerintah Kabupaten Tolitoli. Pihaknya menurunkan sekitar 10 ton beras beserta bahan makanan dan juga 1 tangki bahan bakar minyak (BBM).

Diketahui, bantuan dari pemerintah Tolitoli yang dikawal Iqbal sebanyak 25 ton beras. Ada pula sembako, pakaian layak pakai dan obat-obatan. Termasuk peralatan lapangan seperti tenda medis,  tenda lapangan, gergaji senso, cangkul dan lainnya.

Semuanya untuk dibagikan ke daerah terdampak di sepanjang pantai barat khususnya Srenja dan Balesang ke arah Palu. "Rencananya kami (bantuan Polres Tolitoli) setelah serahkan bantuan kita mau ke Palu. kita menunggu situasi kondusif sedikit termasuk distribusi BBM. Kalau lancar baru kita salurkan (logistik) lagi," imbuhnya.

Iqbal menuturkan, saat ini stok BBM sendiri di Kabupaten Parigi Moutong terbilang langka. "Stok distribusi (BBM) belum lancar," pungkasnya.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up