JawaPos Radar

Manfaat Bifidobacterium bagi Kesehatan Si Kecil

01/10/2018, 14:30 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Manfaat Bifidobacterium, kesehatan anak, morinaga,
Ilustrasi. Manfaat bifidobacterium untuk kesehatan si kecil. (Dok. Morinaga)
Share this image

JawaPos.com - Saat Si Kecil baru lahir, saluran cernanya masih relatif steril dari pertumbuhan mikrobiota. Namun, pada beberapa hari pertama kelahiran, terjadi pertumbuhan pesat mikrobiota, terutama jenis Bifidobacterium (Bf). Itu merupakan salah satu jenis mikrobiota baik yang menunjang kualitas kesehatan maupun tumbuh kembang Si Kecil dalam jangka panjang.

BIFIDOBACTERIUM (Bf) kali pertama ditemukan menghuni saluran cerna bayi sebelum tahun 1900-an. Setelah melalui riset penelitian berpuluh tahun, terbukti Bf mempunyai peran yang sangat penting dalam pembentukan berbagai vitamin, terutama vitamin B, vitamin K, dan asam folat. Juga memproduksi asam laktat dan asam asetat di usus besar.

Si Kecil yang baru lahir mempunyai saluran cerna yang masih relatif steril dari pertumbuhan mikrobiota. Namun, hanya dalam waktu seminggu pertama setelah dilahirkan, terjadi pertumbuhan mikrobiota Bf, terutama pada Si Kecil yang mendapat asupan air susu ibu (ASI). Bf terbukti mempunyai peran penting bagi kesehatan saluran cerna, imunitas, dan tumbuh kembang Si Kecil di masa depan.

Manfaat Bifidobacterium, kesehatan anak, morinaga,
Banner Morinaga (Dok. Morinaga)

Saat ini telah ditemukan lebih dari 40 spesies Bf. Setiap spesies Bf tertentu mempunyai karakteristik masing-masing. Beberapa spesies lebih dapat hidup di saluran cerna binatang tertentu. Sementara itu,
beberapa spesies lain hanya bisa hidup di saluran cerna manusia, yang dikenal sebagai human-residential bifidobacteria (HRB).

Terdapat perbedaan jenis HRB pada Si Kecil dan orang dewasa. Beberapa contoh HRB yang tumbuh di masa bayi adalah B. longum, B. infantis, B. breve, B. bifidum. Spesies HRB itulah yang terbukti sangat cocok dengan ASI karena dua alasan. Pertama, HRB spesies itu dapat mencerna karbohidrat yang banyak terkandung di dalam ASI. Sedangkan jenis Bf lain yang hidup di tubuh binatang ternyata tidak mampu mencerna karbohidrat ASI.

Kedua, HRB tidak mati ketika bertemu dengan lisozim, yakni sejenis faktor antibakteri yang banyak terkandung di dalam ASI. Dengan begitu, pada bayi yang mendapat ASI, spesies HRB itu masih dapat berkembang dengan baik, sedangkan bakteri jahat yang lain akan mati.

ASI mengandung laktat dalam konsentrasi tinggi dan fosfat dalam konsentrasi rendah. Dengan begitu, ketika memasuki saluran cerna Si Kecil, ASI akan difermentasi oleh asam laktat yang dirpoduksi Bf. Hasil fermentasi itu akan membuat kondisi saluran cerna semakin bersifat asam sehingga bakteri jahat tidak dapat tumbuh dengan baik. Artinya, keberadaan Bf dalam saluran cerna Si Kecil yang mendapat ASI dapat menekan pertumbuhan bakteri jahat dalam saluran cerna.

Beberapa HRB yang mendapat banyak perhatian dari para ahli, antara lain, Bifidobacterium longum BB536 dan Bifidobaterium breve M-16V. Spesies B. longum BB536 saat ini sudah dikembangkan menjadi probiotik yang digunakan secara luas pada berbagai produk nutrisi Si Kecil karena mempunyai fungsi potensial untuk mendukung kesehatan saluran cerna yang berdampak positif. Antara lain, meningkatkan ketahanan tubuh, menurunkan risiko konstipasi, pencegahan diare, dan menekan risiko infeksi. Sedangkan jenis B. breve M-16V mempunyai fungsi potensial utama sebagai antialergi.

Riset terbaru juga mensinyalir bahwa jumlah kolonisasi Bf di masa awal kehidupan Si Kecil mempunyai keterkaitan dengan kejadian obesitas dan risiko gangguan perilaku di masa usia sekolah.

(wir/nuq/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up