JawaPos Radar

Penurunan Harga Bahan Makanan dan Biaya Transportasi Picu Deflasi

01/10/2018, 13:57 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Penurunan Harga Bahan Makanan dan Biaya Transportasi Picu Deflasi
Ilustrasi pedagang telur ayam di pasar tradisional (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi pada September 2018 sebesar 0,18 persen. Angka itu lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat deflasi sebesar 0,05 persen.

Kepala BPS Suharyanto mengungkapkan, terjadinya deflasi dipicu karena penurunan harga makanan serta biaya transportasi dan komunikasi.

"Penyebab deflasi September 0,18 persen menurut pengeluaran pertama bahan makan 1,26 persen, kedua transportasi, komunikasi deflasi 0,05 persen. Pengeluaran yang inflasi pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,54 persen, disusul kesehatan," ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (1/10).

Penurunan Harga Bahan Makanan dan Biaya Transportasi Picu Deflasi
Ilustrasi transportasi bus Trans Jakarta (Dok.JawaPos.com)

Suhariyanto menyebut, bahan makanan yang menyumbang deflasi adalah daging ayam ras, bawang merah, dan ikan segar yang memberi kontribusi 0,04 persen terhadap deflasi. Ketiga komponen tersebut mengalami penurunan harga.

Selain itu, komoditas seperti telur ayam menyumbang deflasi 0,03 persen, bawang merah 0,02 persen, cabai rawit 0,02 persen, dan berbagai komoditas 0,01 persen.

"Jadi bahan makanan mengalami deflasi 0,35 persen, terjadi karena penurunan berbagai komoditas makanan," tuturnya.

Untuk makanan jadi, minuman rokok dan tembakau tercatat masih inflasi sebesar 0,29 persen dan andilnya 0,05 persen. "Komoditasnya sebetulnya kecil-kecil, tapi dikumpulkan itu sumbangannya 0,05 persen. Di antaranya mie, rokok kretek dan filter masing-masing 0,01 persen," jelas dia.

Untuk perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar juga tercatat masih inflasi sebesar 0,21 persen, sumbangannya 0,05 persen.

"Komoditas sandang yang sumbang inflasi adalah kenaikan harga emas dan perhiasan. Kesehatan inflasi 0,41 persen, misalnya jasa kesehatan, obat-obatan, dan kelompok lainnya," tandasnya.

(ce1/hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up