JawaPos Radar

Kelompok Revolusi Iran Akui Serangan ke Militan di Syria Timur

01/10/2018, 13:40 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
iran, syria, rudal,
Kelompok Revolusi Iran mengatakan, pihaknya telah menembakkan rudal pada militan di Syria Timur sebagai tanggapan atas serangan mematikan pada parade militer di Iran pada September lalu (CNBC)
Share this image

JawaPos.com - Kelompok Revolusi Iran mengatakan,  pihaknya telah menembakkan rudal pada militan di Syria Timur sebagai tanggapan atas serangan mematikan pada parade militer di Iran pada September lalu. Sebuah pernyataan mengatakan banyak teroris tewas atau terluka dalam serangan itu.

Sebelumnya diberitakan setidaknya 25 orang tewas dalam serangan senjata September di Kota Ahvaz. Ini adalah serangan yang paling mematikan di Iran selama lebih dari satu dekade.

Baik kelompok ISIS dan kelompok separatis Arab telah mengklaim serangan itu. Sebuah pernyataan di situs web Sepah News milik Pengawal Revolusi mengatakan, beberapa rudal balistik ditembakkan ke daerah di sebelah timur sungai Eufrat di Syria.

Iran telah mendukung Presiden Bashar  Al Assad dalam perang saudara Syria. Mereka diduga mengirim ratusan tentara dan mendukung milisi pro-Pemerintah Syria.

Perempuan, anak-anak, dan anggota Garda Revolusi termasuk di antara yang tewas ketika empat pria bersenjata dilaporkan menembaki pawai untuk menandai peringatan dimulainya perang Iran-Irak 1980-1988 bulan lalu. Iran kemudian mengumumkan penangkapan 22 orang sehubungan dengan insiden itu.

Pada pemakaman para korban, wakil kepala Garda Revolusi Brigadir Jenderal Hossein Salami menjanjikan respon untuk menghancurkan serangan itu. Ia menuduh bahwa ada campur tangan Arab Saudi, Israel, dan AS.

Kritiknya digemakan oleh Presiden Iran Hassan Rouhani, yang menuduh negara-negara AS dan Teluk memungkinkan serangan itu.

Namun, duta besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan, "Dia bisa menyalahkan kita semua yang dia inginkan. Hal yang harus dia lakukan adalah bercermin," katanya.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up