JawaPos Radar

Sebanyak 1.425 Napi Kabur Saat Gempa dan Tsunami Sulteng

01/10/2018, 13:15 WIB | Editor: Estu Suryowati
Sebanyak 1.425 Napi Kabur Saat Gempa dan Tsunami Sulteng
ILUSTRASI. Gempa dan tsunami yang melanda Sulteng menyebabkan ribuan warga binaan dan tahanan kabur. (dok. ACT for JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Gempa berskala 7,7 SR disertai tsunami yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah (Sulteng) berdampak terhadap lembaga pemasyarakatan yang ada di sana. Sebanyak 1.425 orang narapidana kabur dari dalam tahanan.

"Isi total (di lapas) Sulteng 3.220. Yang nggak berada di tempat 1.425 orang, tapi sekali lagi ini berdasarkan informasi pagi ini," kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami di kantornya, Jalan Veteran I, Jakarta Pusat, Senin (1/10).

Menurut Sri Puguh, dari total warga binaan yang mendekam di delapan unit pelaksana teknis (UPT) tercatat berjumlah 3.220 narapidana. Namun, saat ini yang tersisa hanya sebanyak 1.795 warga binaan.

UPT yang terdampak gempa antara lain Lapas Palu, Rutan Palu, Rutan Donggala, Cabang Rutan Parigi, Rutan Poso, Bapas Palu, LPKA Palu dan LPP Palu. Sedangkan warga binaan yang melarikan diri berasal dari lima UPT.

Sri Puguh merinci Lapas Palu yang memiliki kapasitas 210 dihuni oleh 581 narapidana. Dari jumlah itu, pada pagi ini tercatat hanya 66 warga binaan yang masih berada di lapas tersebut.

Lalu, Rutan Palu yang memiliki kapasitas 120 orang dihuni 463 tahanan. Dari jumlah itu, hanya 53 tahanan yang tak meninggalkan rutan.

Selanjutnya, Rutan Donggala yang dihuni 333 tahanan, pada pagi hari ini terpantau tak ada tahanan yang berada di dalam lapas alias kosong.

"Untuk LPP kapasitas 100 diisi 84 warga binaan plus tiga bayi, hari ini ada sembilan warga binaan. Sementara LPKA kapasitas 100, isi 29 warga binaan. Yang ada, lima warga binaan," paparnya.

Menurut dia, narapidana dan tahanan yang kabur ingin menyelamatkan diri serta mencari informasi tentang keselamatan keluarganya di luar sana. Oleh karena itu, pihaknya memberikan waktu satu pekan bagi para narapidana maupun tahanan yang masih berada di luar untuk melapor dan kembali ke dalam penjara.

"Waktu yang diberikan jajaran kami satu minggu. Setelah satu minggu ada pencarian yang dilakukan oleh satuan tugas," pungkasnya.

(rdw/JPC)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 01/10/2018, 13:15 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 01/10/2018, 13:15 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 01/10/2018, 13:15 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 01/10/2018, 13:15 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 01/10/2018, 13:15 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 01/10/2018, 13:15 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 01/10/2018, 13:15 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up