JawaPos Radar

BNPB: Lombok Juga Masih Dalam Penanganan Darurat

01/10/2018, 13:07 WIB | Editor: Imam Solehudin
Sutopo
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan jika kondisi Lombok belum pulih total. Masyarakat di sana masih membutuhkan banyak bantuan. (Dok.JawaPos)
Share this image

JawaPos.com - Gempa bumi dan tsunami telah meluluh lantahkan wilayah Kota Palu, Kabupaten Donggala dan sekitarnya. Namun beberapa waktu lalu masyarakat Indonesia pun masih terngiang dengan gempa bumi, yang melanda Lombok dan sekitarnya.

Gempa di sana pun tak kalah mengerikannya dengan yang terjadi di Sulawesi Tengah.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho meminta agar masyarakat maupun pemerintah tidak melupakan para korban di Lombok. Sebab di sana mereka masih butuh bantuan pasca gempa terjadi.

"Di saat tanggap darurat bencana gempabumi dan tsunami yang menerjang wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah seperti di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong saat ini, penanganan darurat juga masih dilakukan di NTB," ujar Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/10).

Masyarakat lombok disebutkan Sutopo masih memerlukan banyak bantuan. Hal ini dalam rangka percepatan pemulihan pasca gempa. Sebab revitalisasi belum sepenuhnya selesai.

"Ribuan korban gempa Lombok dan Sumbawa masih memerlukan banyak bantuan. Percepatan pemulihan dampak gempa juga masih dilakukan," jelasnya.

Oleh karena itu Sutopo merekomendasikan akan dilakukan percepatan penetapan Standart Operating Procedure (SOP) perbaikan rumah rusak. Selain itu juga berupa dukungan perkuatan hunian sementara (huntara).

"Serta himbauan kepada masyarakat untuk kembali ke rumah. Percepatan proses verifikasi oleh Pemda," tandasnya.

Dari data per 1 Oktober 2018 pukul 07:00 WIB yang dihimpun tim pemenangan bencana darurat Lombok sendiri, diketahui korban jiwa seluruhnya adalah 564 orang. Terbanyak di wilayah Lombok Utara dengan total 467 orang.

Korban luka-luka berjumlah 1.584 orang. Lagi-lagi terbanyak berasal dari Lombok Utara dengan 829 orang. Total pengungsi yakni 445.343 orang. Rumah rusak 149.715 unit. "Total siap dibangun kembali 22.073 unit rumah. Serta masih banyak lagi kerusakan lainnya," pungkas Sutopo.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up