JawaPos Radar

PT RUM Kembali Beroperasi, Bau Limbah Ganggu Warga

01/10/2018, 13:05 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
PT RUM
DIRUSAK WARGA: Ribuan warga memblokade jalan masuk menuju PT RUM, mereka juga merusak kantor dan fasilitas lainnya, Jumat (23/2) (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pabrik milik PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo kembali beroperasi setelah berhenti sejak tujuh bulan lalu. Selama waktu tersebut, pengelola pabrik memasang alat penetral bau.

Sejak Jumat (21/9) lalu, warga kembali terganggu dengan bau limbah yang dihasilkan dari pabrik. Bahkan, warga menuding limbah dari PT RUM telah mencemari sungai sehingga banyak ikan yang mati.

Koordinator Masyarakat Peduli Lingkungan Ari Suwarno mengungkapkan, pihaknya menemukan banyak ikan mati semenjak PT RUM beroperasi kembali. Diduga penyebabnya adalah limbah pabrik dari PT RUM yang dibuang ke sungai melalui pipa. "Banyak ikan yang mati. Kami sudah melaporkan hal ini kepada Pemkab Sukoharjo," terang Ari, Senin (1/10).

Selain ancaman kerusakan lingkungan, limbah PT RUM yang masih mengeluarkan bau juga cukup mengganggu warga. Limbah berbau seperti kopi, petai dan sangat mengganggu warga. "Masih mengeluarkan bau seperti petai, kopi dan ini sangat mengganggu warga. Bau ini bisa bertahan lama, baru hilang sekitar setengah jam kemudian," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT RUM Bintoro Dibyoseputro membantah terkaitlimbah seperti yang dikeluhkan dari warga dan pencinta lingkungan. Menurutnya, kematian ikan di sungai tidak ada sangkut pautnya dengan operasional PT RUM. "Selama ini limbah PT RUM langsung dibuang ke sungai. Kalau yang dari anak sungai itu mungkin limbah dari pabrik lain," ungkapnya.

Bintoro menegaskan, selama ini tidak ada permasalahan dengan limbah pabrik PT RUM. "Limbah sudah sesuai dengan standar dan tidak pernah ada masalah. Hanya saja soal baunya memang perlu ada alat penetral. Sekarang masih diujicobakan," ucapnya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up