JawaPos Radar

Terbesar Sepanjang Sejarah, Argentina Dapat Utang USD 57,1 M dari IMF

01/10/2018, 12:20 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Terbesar Sepanjang Sejarah, Argentina Dapat Utang USD 57,1 M dari IMF
Argentina alami krisis ekonomi. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Internasional Monetary Fund (IMF) mengucurkan pinjaman ke Argentina sebesar USD 57,1 miliar dollar AS. Pinjaman ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah IMF. Adapun, pinjaman yang diberikan untuk membantu krisis moneter di Argentina ini akan cair selama tiga tahun secara bertahap.

“Ini adalah pinjaman terbesar dalam sejarah IMF," kata Direktur IMF, Christine Lagarde, di New York dilansir dari New York Times, Senin (1/10).

Sebelumnya, utang yang telah diterima Argentina sebesar kurang dari USD 15 miliar dikucurkan pada Juni lalu, komitmennya adalah untuk memperbaiki defisit hingga ke titik nol di 2019 mendatang.

Awalnya, Argentina memperoleh paket pinjaman sebesar USD 50 miliar. Namun, Menteri Ekonomi Argentina Nicolas Dujovne pada menit akhir menyepakati tawaran IMF untuk menambah pinjaman sebesar USD 7,1 miliar lagi.

Lagarde mengatakan sebagai bagian dari kesepakatan, bank sentral Argentina telah setuju untuk melakukan intervensi di pasar mata uang hanya dalam keadaan ekstrim dan jumlah yang baru akan membantu pemerintah Argentina menghadapi tantangannya.

Perjanjian tersebut hanya akan memungkinkan bank sentral Argentina untuk melakukan intervensi untuk menstabilkan mata uangnya jika peso terdepresiasi di bawah 44 peso terhadap Dolar AS. Saat ini, di 39 peso ke dolar setelah kehilangan 50 persen dari nilainya sejak awal tahun.

Kesepakatan itu diumumkan hanya sehari setelah presiden bank sentral Argentina, Nicolás Caputo, mengundurkan diri secara tak terduga, dilaporkan setelah ketidaksepakatan dengan pedoman IMF yang membatasi intervensi bank di masa depan untuk menyelamatkan peso.

Ribuan warga Argentina bergabung dalam pemogokan nasional pada hari Selasa untuk memprotes gejolak ekonomi dan langkah-langkah penghematan Mauricio Macri.

Sebagian besar warga Argentina menyalahkan lembaga peminjaman internasional untuk mendorong kebijakan yang menyebabkan krisis ekonomi terburuk di negara itu, pada 2001, yang mendorong jutaan orang ke dalam kemiskinan.

IMF mengakui telah membuat serangkaian kesalahan yang berkontribusi pada ledakan ekonomi. Laporan 2004 oleh unit audit internal IMF menyimpulkan bahwa mereka gagal memberikan pengawasan yang cukup dan pertumbuhan yang terlalu tinggi serta keberhasilan reformasi ekonomi, sementara itu terus meminjamkan uang Argentina ketika beban utangnya telah berubah tidak berkelanjutan.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up