JawaPos Radar

Vaksinasi MR Terkendala Keengganan Orang Tua

01/10/2018, 11:40 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Imunisasi MR
ILUSTRASI: Imunisasi. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kehalalan bahan bukan menjadi satu-satu faktor penghambat vaknisasi Measles Rubella (MR). Masih ada faktor lain yang menjadi penghalang. Yakni, keengganan orang tua mengikutkan anak-anak dalam imuniasi MR.

Seperti yang dilakukan Iwan Syaputra, warga Kecamatan Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Pria 37 tahu itu tidak mengikutkan anaknya dalam iminasi MR dengan alasan tidak memiliki gangguan kesehatan.

Iwan menjelaskan, selama ini anak-anaknya yang sudah berada di bangku SD tidak pernah memiliki masalah kesehatan. Khususnya gangguan virus seperti yang dikhawatirkan. "Sampai sekarang masih baik-baik saja (sehat). Jadi belum ikut (vaksinasi) dulu," kata Iwan ketika ditemui di Batam, Senin (1/10).

Selama ini, lanjut Iwan, masyarakat yang tidak melakukan vaksinasi juga tidak mengalami gangguan kesehatan. Jadi, ia tidak khawatir ketik anak-anaknya tidak ikut melakukan vaksinasi.

Di sisi lain, Iwan tidak mengikutkan anak-anaknya dalam program vaksinasi MR karena faktor kehalalan. Namun hal tersebut tidak menjadi yang utama, lebih kepada pertimbangan pengalaman masa lalu yang tidak bermasalah dengan virus ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusumarjadi menegaskan, ancaman kesehatan memang tidak terlihat saat ini. Namun akan dirasakan ketika mereka memiliki keturunan. Mereka yang tidak divaksin justru akan menjadi penyebar virus MR.

Selain itu, Dinkes mengingatkan bahwa ancaman nyata dari virus MR sangat membahayakan bagi generasi masa depan. Virus ini bisa menyebabkan kematian karena komplikasi campak berupa infeksi paru dan lain-lain. "Anaknya memang sehat, tapi keturunannya nanti akan kena," tandas Didi.

Dinkes Batam terus menyosialisasikan bahaya virus MR melalui media massa. "Kami terus memberikan pengertian lewat sosialisasi dan penyuluhan. Videonya kami viralkan juga," terang Didi.

Di Kepri, vaknisasi MR baru berjalan 44 persen. Ini menempatkan Kepri di urutan ketujuh terbawah secara nasional. Namun untuk wilayah Sumatera, Kepri cukup berhasil dibanding Aceh dan kawasan lainnya.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up