JawaPos Radar | Iklan Jitu

Berbahan Bambu, Begini Desain Rumah Tahan Gempa Karya Anak Bangsa

01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Berbahan Bambu, Begini Desain Rumah Tahan Gempa Karya Anak Bangsa
Contoh hunian sementara dari material bambu yang dibangun oleh PT Abyor International, perusahaan penyedia konsultasi Teknologi Informasi dan manajemen solusi enterprises resource planning (ERP) dari SAP di Indonesia, bersama Institut Teknologi Bandung. (dok. ITB)
Share this

JawaPos.com - Terletak di atas tiga lempeng besar dan dikelilingi 'cincin api', membuat wilayah Indonesia rawan dilanda gempa dan tsunami. Belum selesai duka di Lombok, gempa bumi disertai tsunami menerjang tanah Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Mencermati kebutuhan hunian yang tahan gempa, PT Abyor International bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Mataram (Unram) membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat Lombok korban gempa. Rumah inipun dinilai cocok bagi wilayah-wilayah rawan gempa.

"Gempa menyebabkan banyak bangunan runtuh termasuk rumah penduduk. Keprihatinan tersebut kami wujudkan dalam bentuk bantuan berupa hunian sementara dengan harapan membantu warga hingga mampu untuk memiliki hunian permanan kelak," ujar Director Professional Delivery Services PT Abyor International Dony Rivai dalam keterangan tertulis, Minggu (30/9).

Hunian tersebut berupa hunian keluarga seperti family shelter, communal shelter, Mandi Cuci Kakus (MCK) dan posko untuk relawan. Ikatan Alumni ITB menggagas pembangunan rumah dan bangunan dengan konsep huntara dari bambu.

Hunian sementara hasil rancangan arsitek ITB itu terbuat dari bambu karena beberapa pertimbangan. Struktur bambu lebih ringan, lebih elastis, dan tidak mudah pecah sehingga dapat diandalkan.

Agar dapat lebih awet, bambu yang digunakan diplester untuk mencegah risiko kerusakan akibat hujan, kelembaban, jamur, rayap, dan kebakaran. Selain dapat diandalkan, pemakaian bambu juga lebih menghemat biaya. Setidaknya hanya diperlukan Rp 20 juta untuk membuat huntara berbahan bambu.

Ada beberapa bangunan yang dibuat di tahap awal sebagai percontohan yakni satu unit family shelter, satu unit communal shelter, satu unit rumah huntara, dan satu unit geodome untuk Poskorelawan. Pembangunan seluruhnya berlokasi di Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Huntara yang dibangun memiliki luas empat kali enam meter dengan satu kamar di mezzanine yang bisa dipisah menjadi dua. Tim relawan gabungan Abyor-ITB-Unram memulai proses pembangunan di area yang tertimpa bencana sejak awal September di Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Wakil Rektor Unram, Prof. Lalu Wiresapto Karyadi mengatakan, berbagai bentuk rehabilitasi pascagempa Lombok salah satunya dengan segera membangun hunian bagi para korban. Huntara hasil arsitek ITB tersebut bisa menjadi contoh bagi wilayah lainnya yang rawan gempa.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : (ika/JPC)

Alur Cerita Berita

Napi Lapas Palu Serahkan Diri ke Rutan Solo 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
RSU UMM Kirim Empat Tenaga Medis ke Donggala 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
PMI Dirikan Klinik Lapangan di Donggala 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Pencarian Korban Gempa Sulteng Dihentikan 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Korban Tewas Gempa Sulteng Capai 2.037 Orang 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
3 Daerah di Sulteng bakal Dibangun Monumen Gempa 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Usai Gempa Sulteng, Polri Aktifkan Layanan 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
UNS Siap Tampung Mahasiswa Korban Gempa Sulteng 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
73 Pengungsi Asal Palu Tiba di Malang 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Penyebar Hoax Soal Gempa Sulteng Ditangkap 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Gempa Sulteng, Pemprov Jateng Kirim 100 Relawan 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Polres Malang Kota Galang Dana Setiap Apel Pagi 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Pemprov Sumsel Akan Sumbang Beras ke Sulteng 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Gempa Sulteng, Jateng Siap Kirimkan Tenaga Medis 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Alasan Korban Gempa Sulteng Menjarah Minimarket 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Bulog Kirim 5 Ton Daging ke Palu dan Donggala 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
800 Kg Rendang untuk Korban Gempa Sulteng 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
UAS Pimpin Salat Gaib untuk Korban Gempa Sulteng 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Tangani Gempa Sulteng, Diperlukan Triliunan Dana 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Jumlah Pengungsi di Kota Palu Capai 16.723 Orang 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Tsunami Sulteng Tingginya Mencapai 6 Meter 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Korban Gempa Palu: Tolong Doakan Kami! 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
BNPB: Mayoritas Gempa Terjadi Saat Akhir Pekan 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Tsunami di Palu Disebabkan Karena Dua Faktor 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
BNPB: Jalur Darat Palu ke Poso Lumpuh 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Takut Gempa Susulan, Warga Palu Tidur di Jalanan 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
48 Korban Meninggal Dunia Gempa Sulteng 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Jokowi Terus Pantau Gempa dan Tsunami di Sulteng 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Gempa Susulan Masih Terjadi di Donggala 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
BMKG Cabut Status Potensi Tsunami Gempa Donggala 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Gempa Donggala, 1 Warga Meninggal Dunia 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Gempa 5,9 SR Guncang Donggala, Warga Berhamburan 01 Oktober 2018, 11:39:19 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up