JawaPos Radar

Riau Sumbang Titik Panas Terbanyak di Sumatera

01/10/2018, 11:10 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Kebakaran Hutan dan Lahan
Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau berdasarkan pantauan Satgas Karhutla dari udara pada akhir September 2018 lalu. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Provinsi Riau menjadi penyumbang titik panas terbanyak di Pulau Sumatera. Senin (1/10) ini, setidaknya ada 87 titik panas yang terpantau di Riau. Demikian menurut pantauan satelit Terra dan Aqua milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru pada pukul 06.00 WIB.

Kepala BMKG Pekanbaru Sukisno menjelaskan, di Pulau Sumatera ada 170 titik panas. Rinciannya, Sumatera Barat sebanyak 3 titik, Jambi 7 titik, Bangka Belitung 17 titik, Sumatera Selatan 44 titik, Lampung 11 titik, Kepulauan Riau (Kepri) satu titik, dan Riau 87 titik. "Untuk di Riau, titik panas itu tersebar di lima kabupaten," kata Sukisno.

Adapun sebaran titik panas di Riau, 3 titik di Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kampar 7 titik, Kabupaten Pelalawan 12 titik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) 22 titik, dan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 43 titik.

Dari 87 titik panas, satelit juga memantau adanya 66 titik yang tingkat kepercayaannya berada di atas 70 persen. Artinya titik-titik itu sudah menjadi titik api. Titik api tersebut tersebar di Kabupaten Bengkalis 1 titik, Kabupaten Kampar 5 titik, Kabupaten Pelalawan 7 titik, Kabupaten Inhu 18 titik dan Kabupaten Inhil 35 titik.

Sementara sejak 14 Januari hingga 27 Oktober 2018, BPBD mencatat sudah 5.376 hektare lahan di beberapa kabupaten/kota di Riau yang telah hangus dilalap api. Lahan yang paling luas terbakar berada di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dengan total 1.985,35 hektare. Kemudian di Kepulauan Meranti dengan luas 958,56 hektare.

Selanjutnya Kabupaten Bengkalis dengan 575,95 hektare, Kota Dumai 512,25 hektare, Inhu 436 hektare, Inhil 240,5 hektare, Pelalawan 236 hektare, Siak 155,75 hektare, Kampar 126,5 hektare, Rohul 97 hektare, dan Pekanbaru 52,6 hektare. Sedangkan di Kuantan Singingi, nihil.

Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim menyebutkan, Pemprov Riau masih menetapkan status siaga darurat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, ia meminta agar Satuan Tugas (Satgas) Karhutla dapat memaksimalkan upaya pencegahan maupun penanggulangan.

Wan Thamrin juga mengapresiasi kinerja Satgas Karhutla yang dipimpin Kalaksa BPBD Riau Edwar Sanger. Petugas telah rutin melakukan pemantauan menggunakan helikopter.

Wan Thamrin Hasyim mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada Satgas Karhutla bersama Edwar Sanger di lapangan. Dia juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran saat musim kering.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger menambahkan, saat ini ada beberapa titik kebakaran hutan di Riau. Terutama di wilayah pesisir Riau. Yakni, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kepulauan Meranti.

Untuk pemadaman, tim satgas udara sudah mengerahkan tiga helikopter water bombing untuk pemadaman di udara. Yakni, dua helikopter jenis Kamov, dan satu helikopter jenis Bell 214.

Helikopter Kamov merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sedangkan helikopter jenis Bell 214 adalah bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Tak hanya itu, tim satgas darat juga tengah berjibaku melakukan pemadaman. Baik dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat serta relawan lainnya. "Semua sedang melakukan pemadaman di lokasi. Semoga kebakaran hutan dan lahan dapat segera diatasi," ujar Sanger.

Titik api tempat dilakukan pemadaman berada di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Kuala Cenaku, Inhu. Di sana, ada 30 hektare lahan yang terbakar dan sekarang proses pemadaman masih terus berlangsung.

Kemudian di Desa Repan, Kecamatan Rangsang, Kabupatem Kepulauan Meranti. Tim melakukan pemadaman serta pendinginan. Selanjutnya di Desa Bayas, Kecamatan Kempas, Indragiri Hilir. Ada 175 hektare lahan yang terbakar. Pemadaman di lokasi ini sudah berlangsung selama dua hari dan sekarang dilakukan pendinginan.

Kemudian di Desa Pekan Tua, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir. Di titik ini, awalnya yang terbakar hanya 20 hektare. Kini meluas menjadi 75 hektare. Di Desa Sakaya, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, juga terbakar seluas 30 hektare.

Ada juga kebakaran lahan di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Telimpung, Kabupaten Indragiri Hulu. petugas sudah dilakukan upaya pemadaman selama dua hari. Rata-rata lahan yang terbakar berada di kawasan gambut.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up