JawaPos Radar

Mana Lebih Efektif Antara Pil KB, IUD, atau Sistem Kalender?

01/10/2018, 07:40 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
alat kontrasepsi, rencana kehamilan, pil kb, iud,
Ilustrasi. Penggunaan alat kontrasepsi bisa cegah laju pertumbuhan penduduk. (Boldsky)
Share this image

JawaPos.com - Penggunaan kontrasepsi terkait erat dengan pengetahuan perempuan tentang kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga melalui KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi). Sehingga perempuan mampu untuk memutuskan kapan dan berapa anak yang akan dimiliki bersama pasangannya.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Dr. dr. Andon Hestiantoro, SpOG(K) mendorong pasangan untuk sepakat dalam hal mengatur jarak kehamilan dan jumlah anak. Tapi, tak jarang masih ada perempuan yang ragu bahkan bingung untuk menggunakan alat kontrasepsi.

Padahal, penggunaan alat kontrasepsi diyakini efektif bisa mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Merencanakan jumlah anak dengan alat kontrasepsi juga bisa meningkatkan taraf hidup sebuah keluarga.

Lalu, apa bedanya alat kontrasepsi IUD, Pil KB, dan Sistem Kalender? Sama-sama efektifkah mengendalikan kehamilan?

IUD

Alat kontrasepsi (IUD) adalah plastik berbentuk T seukuran uang logam yang ditempatkan di dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Penggunaan IUD berlapis tembaga mencegah kehamilan dengan menghalangi sperma untuk membuahi sel telur. Alat ini juga membuat telur lebih sulit untuk dibuahi di dalam rahim. Ketika IUD dilapisi dengan progesteron, cara kerjanya sama, tetapi juga tetapi juga membuat cairan serviks lebih kental, menipiskan lapisan rahim, dan dalam beberapa kasus menghentikan ovulasi. Hal ini mencegah sperma untuk membuahi telur.

"Efektivitas IUD bisa sampai 2 persen per kelahiran. Masih lebih efektif Pil KB dibanding IUD," jelas dr. Andon.

Pil KB

Pil KB mengandung dua hormon yaitu estrogen dan progestin. Kedua hormon ini mengatur siklus menstruasi wanita, dan tingkat naik-turun hormon ini memainkan peran penting dalam kehamilan. Pil KB mencegah indung telur untuk melepas sel telur agar tidak terjadi proses pembuahan. Selain itu, mengubah ketebalan lendir serviks guna menyulitkan sperma bergerak masuk ke dalam rahim.

"Pil KB harus diminum secara teratur. Yang paling rendah risiko kebobolannya itu pil KB. Paling efektif. Dari 100 wanita yang gunakan kontrasepsi ini dalam 1 tahun, yang hamil hanya 1. Maka efektivitas Pil KB sangat baik yaitu 0,6-0,8 cegah kelahiran," katanya.

Sistem Kalender

Sistem kalender adalah yang paling buruk. Sebab sangat sulit mengetahui masa subur wanita. Hitung mana siklus paling pendek dikurangi 14-11 hari setelah datang bulan. Hal itu bisa menyulitkan pasangan.

"Kalau dihitung-hitung, nanti masa tak berhubungan biaa 2-3 minggu. Repot deh suaminya enggak boleh dekat-dekat istrinya. Sebab masa subur wanita bisa cepat atau lebih panjang," jelasnya.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up