JawaPos Radar

2019, Pengembang Optimistis Properti Bakal Balik Arah

01/10/2018, 05:30 WIB | Editor: Saugi Riyandi
2019, Pengembang Optimistis Properti Bakal Balik Arah
Ilustrasi perumahan (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) kembali meningkatkan suku bunga acuan untuk yang kelima kalinya sejak pertengahan Mei sebagai upaya untuk menghentikan anjloknya nilai tukar Rupiah dan membatasi arus keluar modal.

BI meningkatkan seven-day reverse repo dari 5,50 persen menjadi 5,75 persen hanya beberapa jam setelah Federal Reserve meningkatkan suku bunga untuk ketiga kalinya pada 2018. Artinya, BI telah meningkatkan suku bunga acuan sebesar total 150 bps tahun ini.

Kenaikan suku bunga tersebut akan berdampak kepada hampir semua sektor, termasuk sektor properti. Namun, Direktur Pemasaran PT Adhi Persada Properti mengaku bisnis properti masih akan tumbuh kembali di 2019 mendatang.

Menurutnya, perbankan selaku penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih bersikap wait and see terhadap situasi dan kondisi saat ini. Mengingat, sektor perumahan merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat selain pangan dan sandang.

“Tapi kan masih belum bank bank ini kan masih wait and see bukan sepenuhnya langsung BI Rate naik mereka juga akan menaikan ngga. Kan mereka wait and see kan juga ada sektor properti ini yang memang diharapkan akan Rebound lagi sampai akhir tahun ini,” ujarnya kepada Jawapos.com, Seperi diberitakan Minggu (30/9).

Anak usaha PT Adhi Karya Tbk (ADHI) ini menargetkan penjualan sebesar Rp 150 miliar. Proyek-proyek yang ditawarkan diantaranya The Conexio, Grandhika City Life Style, The Padmayana serta The Anggana.

Wahyuni Sutantri menjabarkan, untuk empat proyek unggulan ini, APP menggelontorkan investasi sebesar Rp 2,73 triliun dengan perincian Rp 452 miliar untuk investasi di The Conexio, Rp 260 miliar Untuk Grandhika City Lifestyle, The Padmayana Rp 628 miliar, serta proyek The Anggana Rp 1,39 triliun.

Perseroan optimis industry properti akan terus berkembang. Karena kebutuhan akan hunian akan berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduk. Dengan lahan yang ada, akan sangat sulit bagi masyarakat untuk mendapatkan hunian landed, karena harga yang akan sangat tinggi. 

“Dan pilihannya adalah hunian vertikal. Selain itu, dari sisi investasi, sektor properti akan memberikan keuntungan yang lebih dibandingkan dengan investasi di deposito perbankan. Tentu ini menjadi sesuatu yang menarik bagi para investor,” tandasnya.
 

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up