JawaPos Radar

Atlet Paralayang Selamat Dari Gempa Palu

Tertindih Puing Hotel Roa Roa Selama 6 Jam, Viki Berhasil Diselamatkan

01/10/2018, 07:40 WIB | Editor: Dida Tenola
Tertindih Puing Hotel Roa Roa Selama 6 Jam, Viki Berhasil Diselamatkan
Viki Mahardika dengan wajah penuh luka, harus dibantu petugas saat turun dari pesawat Hercules, Minggu (30/9) (Fisca Tanjung/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Viki Mahardika, salah satu atlet paralayang asal Batu selamat dari gempa bumi yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9). Padahal, Viki sempat tertindih puing-puing bangunan Hotel Roa Roa sekitar 6 jam. Viki akhirnya menjejakkan kakinya di Malang, Minggu sore (30/9).

Saat menginap di Hotel Roa Roa, Viki satu kamar dengan dua temannya sesama atlet paralayang. Mereka adalah Fahmi dan Ardi Kurniawan. Sayangnya, hingga saat ini nasib Fahmi dan Ardi belum diketahui.

Viki dievakuasi bersama 39 orang korban selamat lainnya dengan menggunakan pesawat Hercules dari Makasar. Begitu mendarat di Lanud Abdul Rachman Saleh, Viki langsung mendapat perawatan sebentar di Rumah Sakit Lanud. Viki sendiri dijemput oleh pamannya, Ismoyo, 40.

Tertindih Puing Hotel Roa Roa Selama 6 Jam, Viki Berhasil Diselamatkan
Infografis gempa bumi Palu dan Donggala. (Rofiah Darajat/ JawaPos.com)

Setelah itu, Viki dibawa ke Rumah Sakit Karsa Husada, Batu, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Ditemui di rumah sakit tersebut, Ismoyo mengatakan jika kondisi Viki saat ini jauh lebih baik. "Perkembangan membaik, sudah bisa ngobrol," ujarnya kepada JawaPos.com

Dia menambahkan, meskipun sebelumnya Viki telah mendapatkan observasi di Rumah Sakit Lanud, namun keluarga meminta agar dirujuk ke RS Karsa Husada. "Keluarga minta rujuk di sini. Sebelumnya sudah dirawat di Makasar," lanjutnya. 

Ismoyo menceritakan, keponakannya tersebut sempat terjebak di bawah reruntuhan bangunan selama kurang lebih 6 jam saat mencoba menyelamatkan diri dari gempa. "Dia lari bareng 5 temannya lewat tangga darurat," cerita Ismoyo.

Saat gempa pertama terjadi, Viki berada di kamarnya, di lantai 7 hotel Roa Roa. Viki sendiri tidak terlalu merasakan gempa pertama. Namun ketika guncangan kedua, Viki terhenyak. Dia bangkit dari tempat tidurnya, buru-buru lari mencari tangga darurat. 

Ketika menapaki anak tangga, tiba-tiba seisi Hotel Roa Roa runtuh. Tubuh Viki jelas tertimpa bangunan. "Dia ketimbun bangunan, 5 sampai 6 jam. Dari awal gempa sampai jam 11 malam," tutur Ismoyo.

Dalam kondisi tak berdaya tertimpa reruntuhan bangunan, Viki tak henti-hentinya berteriak minta tolong. "Viki ini pintar, dia minta tolong saat mendengar suara langkah kaki mendekat ke dia," terangnya.

Setelah 6 jam berlalu, Viki akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat. Sabtu pagi (29/9), Viki menelepon keluarganya di Batu. Tentu kabar itu melegakan seluruh keluarganya yang semalaman cemas.

Sebelumnya, Ismoyo sempat berencana akan berangkat ke Palu. Namun, karena ada kabar Viki akan diterbangkan ke Malang, akhirnya dia hanya menjemput Viki di Lanud Abdul Saleh Malang. 

(fis/ce1/JPC)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 01/10/2018, 07:40 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 01/10/2018, 07:40 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 01/10/2018, 07:40 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 01/10/2018, 07:40 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 01/10/2018, 07:40 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 01/10/2018, 07:40 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 01/10/2018, 07:40 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up