JawaPos Radar | Iklan Jitu

Komunikasi Terakhir Atlet Paralayang di Palu

Sempat Telepon Istri Dari Hotel Roa Roa, Ardi: Ada Gempa, Ini Mau Lari

30 September 2018, 21:06:16 WIB
Sempat Telepon Istri Dari Hotel Roa Roa, Ardi: Ada Gempa, Ini Mau Lari
Asminah menunjukkan foto Ardi bersama anaknya. (Fisca Tanjung/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Duka mendalam masih menyelimuti para korban bencana gempa bumi dan tsunami yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9). Perasaan yang hampir sama juga dirasakan oleh keluarga Ardi Kurniawan, salah satu atlet paralayang asal Batu. Mereka berharap ada keajaiban.

Sebelum bencana datang, Ardi bersama tujuh rekannya mengikuti Festival Pesona Palu di Pantai Talise, Palu. Para atlet paralayang tersebut menginap di Hotel Roa Roa. Hotel berlantai delapan di Jalan Pattimura itu ikut roboh diguncang gempa.

Berdasarkan keterangan ibunda Ardi, Asminah, 47, pada saat pertama kali gempa terjadi, putra sulungnya itu sedang berada di dalam hotel. Bahkan, saat itu Ardi sempat menelepon istrinya, Fitria, 30. "Terakhir komunikasi Jumat sore jam 15.00 WIB, pas gempa pertama. Dia mengabari istrinya," ujar Asminah saat ditemui JawaPos.com di kediamannya di Jalan Trunojoyo IV, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Minggu (30/9).

Saat itu, Ardi memberitahu istrinya bahwa di Palu sedang terjadi gempa dan dia berusaha menyelamatkan diri. "Bilang, 'Dek di sini ada gempa'. Lalu istrinya bilang suruh siap-siap lari, lalu si Ardi bilang, 'iya ini mau lari',"  ujarnya menirukan cerita Fitria.

Obrolan itu menjadi komunikasi terakhir Ardi kepada keluarganya. Pasalnya, hingga saat ini kondisi maupun keberadaan Ardi masih belum menemui titik terang. "Sampai sekarang tidak ada kabar," terang Asminah sembari menyeka air matanya yang hampir keluar.

Asminah sendiri baru mengetahui hal tersebut pada Sabtu (29/9) malam, saat istrinya bercerita kepadanya. Dia juga mengaku sempat khawatir ketika dirinya menonton berita gempa di televisi. "Tahu ada gempa langsung lemas. Kepikiran apa anak saya lari. Lihat temannya sudah datang, anak saya belum," tuturnya dengan nada lirih.

Ya, beberapa teman Ardi yang juga berasal dari Malang memang sudah ditemukan dalam kondisi selamat. Mereka tiba di Malang hari ini.  

Rencananya, adik Ardi, Andri Sisnanto akan berangkat ke Palu esok hari (Senin) bersama salah satu atlet paralayang, Jafro Megawanto. Mereka akan berusaha mencari keberadaan Ardi. "Rencana besok pagi adiknya mau ke sana. Berangkat dari Lanud Abdul Rachman Saleh," kata dia.

Kesedihan serupa juga sangat dirasakan Fitria. Bahkan menurut penuturan Asminah, ibu dua anak itu sempat seperti orang linglung dan susah untuk diajak bicara. "Istrinya syok. Susah diajak ngomong kayak orang linglung," terangnya.

Begitu pula dengan ayah Ardi. Bahkan ayahnya hingga saat ini hanya berdiam diri di dalam kamar dan tidak mau menemui siapa pun. "Ardi memang dekat sama ayahnya. Kalau pergi pasti cium tangan. Ini sampai sekarang ayahnya hanya di kamar, tidak mau keluar," lanjut Asminah.

Asminah mengatakan, anaknya tersebut sudah berada di Palu sejak Senin (24/9). Dia juga mengatakan jika kedua anak Ardi sempat dirawat di rumah sakit setelah ditinggal Ardi ke Palu. "Dua-duanya sakit, kena muntaber. Awalnya hanya adiknya (yang sakit), kemudian kakaknya juga," jelas ibu empat anak ini.

Ardi mempunyai dua anak laki-laki. Anak pertama berusia 5 tahun dan kedua 2 tahun. Asminah juga sempat mengatakan jika anak Ardi yang kedua sering memanggil-manggil ayah ketika ada tamu yang datang. "Dia kan baru bisa ngomong, kalau ada tamu ke sini pasti dipanggil ayah-ayah gitu," ujarnya.

Hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu kabar baik dari Palu. Pasalnya, sejak gempa terjadi, pihak keluarga tidak menerima informasi apa pun.  Selain Ardi, dua atlet paralayang juga masih hilang. Mereka adalah Reza Kambey dan Fahmi.

Editor           : Dida Tenola
Reporter      : (fis/ce1/JPC)

Alur Cerita Berita

Korban Gempa Sulteng Mulai Tinggalkan Pengungsian 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Napi Lapas Palu Serahkan Diri ke Rutan Solo 30 September 2018, 21:06:16 WIB
RSU UMM Kirim Empat Tenaga Medis ke Donggala 30 September 2018, 21:06:16 WIB
1.200 KK Korban Gempa Sulteng Akan Tempati Huntara 30 September 2018, 21:06:16 WIB
PMI Dirikan Klinik Lapangan di Donggala 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Pencarian Korban Gempa Sulteng Dihentikan 30 September 2018, 21:06:16 WIB
PMI Sulteng Target Bangun Dua Instalasi Air Bersih 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Korban Tewas Gempa Sulteng Capai 2.037 Orang 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Pemprov Sulteng Bantah Hilangnya Aset Bappeda Palu 30 September 2018, 21:06:16 WIB
3 Daerah di Sulteng bakal Dibangun Monumen Gempa 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Usai Gempa Sulteng, Polri Aktifkan Layanan 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 30 September 2018, 21:06:16 WIB
UNS Siap Tampung Mahasiswa Korban Gempa Sulteng 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 30 September 2018, 21:06:16 WIB
73 Pengungsi Asal Palu Tiba di Malang 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Penyebar Hoax Soal Gempa Sulteng Ditangkap 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Membantu Sesama, Pedagang di Palu Tak Naikkan Harga 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Gempa Sulteng, Pemprov Jateng Kirim 100 Relawan 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Polres Malang Kota Galang Dana Setiap Apel Pagi 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Pemprov Sumsel Akan Sumbang Beras ke Sulteng 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Elite Partai-DPR Minta Pemerintah Pangkas Birokrasi 30 September 2018, 21:06:16 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 30 September 2018, 21:06:16 WIB
IPI Harap Masyarakat Sulteng Bangkit Dari Kesedihan 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Gempa Sulteng, Jateng Siap Kirimkan Tenaga Medis 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Alasan Korban Gempa Sulteng Menjarah Minimarket 30 September 2018, 21:06:16 WIB
BNPB: 224 Gempa Susulan Terjadi di Sulawesi Tengah 30 September 2018, 21:06:16 WIB
DPR Wacanakan Tambah Anggaran BMKG, Ini Alasannya 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Bulog Kirim 5 Ton Daging ke Palu dan Donggala 30 September 2018, 21:06:16 WIB
800 Kg Rendang untuk Korban Gempa Sulteng 30 September 2018, 21:06:16 WIB
UAS Pimpin Salat Gaib untuk Korban Gempa Sulteng 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Tangani Gempa Sulteng, Diperlukan Triliunan Dana 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Tenda Robek, Logistik Menipis, Dapur Umum Belum Ada 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Jumlah Pengungsi di Kota Palu Capai 16.723 Orang 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Tsunami Sulteng Tingginya Mencapai 6 Meter 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Korban Gempa Palu: Tolong Doakan Kami! 30 September 2018, 21:06:16 WIB
BNPB: Mayoritas Gempa Terjadi Saat Akhir Pekan 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Runway Retak 250 Meter, Bandara Palu Kembali Dibuka 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Tsunami di Palu Disebabkan Karena Dua Faktor 30 September 2018, 21:06:16 WIB
BNPB: Jalur Darat Palu ke Poso Lumpuh 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Takut Gempa Susulan, Warga Palu Tidur di Jalanan 30 September 2018, 21:06:16 WIB
48 Korban Meninggal Dunia Gempa Sulteng 30 September 2018, 21:06:16 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Jokowi Terus Pantau Gempa dan Tsunami di Sulteng 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Gempa Donggala Disebabkan Aktifitas Sesar Palu Koro 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Keluarga Sandi Sute Jadi Korban Gempa di Sulawesi 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Gempa Susulan Masih Terjadi di Donggala 30 September 2018, 21:06:16 WIB
BMKG Cabut Status Potensi Tsunami Gempa Donggala 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Gempa Donggala, 1 Warga Meninggal Dunia 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Gempa 5,9 SR Guncang Donggala, Warga Berhamburan 30 September 2018, 21:06:16 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up