JawaPos Radar

MLP Sosialisasi Musang Sebagai Hewan Peliharaan

30/09/2018, 21:52 WIB | Editor: Yusuf Asyari
MLP Sosialisasi Musang Sebagai Hewan Peliharaan
Ridho salah satu anggota komunitas Musang Lovers Pekanbaru, saat diwawancarai di Pekanbaru, Riau, Minggu (30/9). (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Musang Lovers Pekanbaru atau biasa disebut MLP mulai memperkenalkan diri di tengah masyarakat. Tujuannya, mensosialisasikan hewan eksotik sebagai hewan peliharaan, bukan hama.

Ridho salah satu anggota yang tergabung dalam MLP menyebut, saat ini masih banyak masyarakat yang beranggapan kalau satwa yang pandai memanjat ini, sebagai pengganggu.

"Jadi, kita di sini sosialisasi tentang musang kalau musang itu bukan hama seperti yang orang pikir. Banyak masyarakat yang berpikir kalau musang yang berada di atap rumah sebagai pengganggu," ujar pria berusia 24 tahun ini, Minggu (30/9).

Bahkan bagi sebagian masyarakat yang kurang mencintai satwa, musang kerap dijadikan binatang buruan. Tak jarang dari mereka sampai membuat jerat untuk menangkap hewan penyuka ayam ini. "Orang yang habis diburu dikasih ke anjing," sebutnya.

Hal itu membuat Ridho miris. Sebagai pecinta musang, warga Pekanbaru ini berharap agar masyarakat tak perlu merasa risih dengan keberadaan musang. Sebab, menurutnya musang hampir sama dengan hewan peliharaan lainnya seperti kucing ataupun anjing.

"Musang hampir sama dengan kucing, kalau misalnya dia buang kotoran itu tidak terlalu bau. Perawatannya lebih mudah daripada kucing. Kalau bulu kucing perlu dikasih shampo kalau musang hanya pakai tisu basah saja. Kalau perawatan mudah," bebernya.

Bahkan, harga jual musang juga hampir menyamai dengan harga kucing anggora. Untuk musang yang berumur beberapa bulan saja ada yang dihargai hingga ratusan ribu.

Musang juga memiliki beragam jenis. Seperti musang Air, Ease, Pandan, Luwak, Akar, Galing, Binturung, Linsang dan Tenggalung. "Tapi di komunitas kita baru lima jenis. Paling banyak itu jenis Pandan," sebutnya.

Ridho pun berharap agar keberadaan musang sebagai hewan endemik Indonesia ini bisa dikenal dunia. Maka dari itu, ia bersama dengan sekitar 25 orang anggota komunitas lainnya terus mensosialisasikan betapa mudahnya memelihara musang.

"Kita hadir di area CFD (Car Free Day) setiap Minggu pagi. Kalau sorenya, kita ada di jembatan kupu-kupu di Universitas Riau," pungkasnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up