JawaPos Radar

Pemadaman Karhutla Melalui Udara di Sumsel Dihentikan?

30/09/2018, 20:52 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Pemadaman Karhutla Melalui Udara di Sumsel Dihentikan?
Helikopter waterboombing saat melakukan pemadaman karhutla. (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Musim panas yang terjadi di Sumsel berakibat pada Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di beberapa lahan di daerah Sumsel. Hal ini membutuhkan penanganan khusus untuk pemadamannya.

Upaya yang dinilai paling efektif yaitu melalui udara atau waterboombing. Namun sangat disayangkan upaya tersebut dihentikan.

Berdasarkan pantauan, Minggu (30/9), tidak ada satupun helikopter yang beroperasi melakukan waterboombing di udara sejak pagi hingga sore hari. Biasanya, helikopter tersebut selalu berkeliling dengan membawa air untuk melakukan pemadaman jika terjadi Karhutla.

Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Bidang Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori membenarkan penyetopan tersebut.

"Ya, benar terhitung hari ini helikopter distop operasinya sampai menunggu evaluasi dari BNPB, tapi helikopternya masih standby di Sumsel," katanya saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (30/9).

Menurutnya, penyetopan operasional helikopter waterboombing ini dikarenakan masalah pendanaan mengingat ada prioritas bencana yang memerlukan dana. Meskipun begitu, kemungkinan nanti tidak seluruh helikopter ditarik melainkan hanya pengurangan saja.

"Saat ini ada 10 unit di Sumsel dan kemungkinan nanti akan berkurang," ujarnya.

Dirinya menambahkan, meski distop pemadaman melalui udara. Pihaknya masih melakukan pemadaman fokus melalui daratan dengan bantuan tim TNI, BPBD, Manggala Agni dan lain sebagainya.

"Jadi kami akan maksimalkan melalui darat dan tetap konsisten untuk mencegah terjadinya karhutla di Sumsel," tutupnya.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up