JawaPos Radar

Hutan Pinus Mangunan, Sediakan Wisata Edukatif Untuk Pengunjung

30/09/2018, 20:25 WIB | Editor: Dida Tenola
Hutan Pinus Mangunan, Sediakan Wisata Edukatif Untuk Pengunjung
Kawasan wisata Hutan Pinus Mangunan di Kabupaten Bantul, DIJ. (Ridho Hidayat/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Hutan Pinus Mangunan di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) menjadi salah satu tempat wisata yang sedang naik daun. Bahkan belum lama ini, saat melakoni kunjungan kerja, Presiden Joko Widodo menyebut kawasan itu sebagai wisata Instagramable.

Hutan yang berlokasi di perbatasan perbukitan antara Kabupaten Bantul dengan Gunungkidul itu ternyata baru merintis sebagai tempat wisata tiga tahun silam. Lahan itu milik Pemerintah Daerah (Pemda) DIJ bekerja sama dengan masyarakat setempat.

Ketua Pengelola Desa Wisata Kaki Langit Mangunan Purwo Harsono mengatakan, setelah selesai mengurus administrasi badan hukum, pada 2016 pihaknya mulai menyusun program. "2016 kami susun tatanan programnya. Seperti apa yang diinginkan oleh masyarakat setempat," katanya, kepada JawaPos.com, Minggu (30/9).

Di Hutan Pinus Mangunan ini, terdapat segmen wisata yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Di antaranya untuk anak-anak ada materi mendongeng.

Kemudian untuk segmen pelajar atau mahasiswa, ada materi berupa pengelolaan hutan. "Itu kalau ada order saja," tambah Purwo.

Dalam pemasarannya, ia pun lebih banyak mengandalkan jejaring. Seperti blogger, vlogger, maupun wartawan. "Jadi setiap kali ada event, kami selalu undang. Kami memakai jejaring untuk pemasarannya," lanjutnya.

Purwo mengatakan, yang paling menjual dari kawasanitu adalah penguatan desa-desa wisata di sekitarnya. Semisal Desa Wisata Kaki Langit yang berjarak 1 kilometer dari Hutan Pinus. "Di Desa Wisata Kaki Langit itu ada pasar yang menjajakan makanan tradisional. Ada thiwul sambel terong, ada kelanan. Kelanan itu dari umbi-umbian, makanan nenek moyang kita dulu," katanya.

Untuk menuju ke Hutan Pinus Mangunan, akses jalannya cukup mudah. Dari pusat Kecamatan Imogiri ke arah makam raja-raja Imogiri. Kemudian mengambil jalan ke timur ke arah perbukitan.

Biaya masuk ke kawasan ini pun cukup murah, yaitu Rp 2.500 per orang. Sementara untuk karcis kendaraan, roda 2 dipatok Rp 2.000 dan roda 4 Rp 5.000. "Enak dikunjungi saat akhir pekan. Agak sedikit sulit jalannya, karena naik perbukitan. Tapi sampai di hutan, seakan terbayarkan dengan pemandangannya," kata Hanafi, 33, salah seorang pengunjung asal Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.

 

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up