JawaPos Radar

Ikuti Passion, Bawa Indra Kantono Jadi Pengusaha Restoran Singapura

30/09/2018, 19:41 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Ikuti Passion, Bawa Indra Kantono Jadi Pengusaha Restoran Singapura
Pemilik Jigger & Pony Group Indra Kantono (istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Jigger & Pony Group, salah satu bisnis restoran dan bar terbesar di Singapura, dibangun dengan passion pemiliknya yang berasal dari Indonesia, Indra Kantono. Indra menguat minuman dan keramah-tamahan khas Asia.

Indra sendiri, lulusan New York University Stern School of Business, Amerika Serikat. Dia tidak langsung menjadi entrepreneur melainkan sempat bekerja di kantor manajemen konsultan Bain and Co, dan bekerja kantoran di Jakarta dan Singapura, sebelum membuka bisnis pertamanya Jigger and Pony pada 2013.

“Di New York ada bermacam-macam restoran dan bar, jadi tinggal di sana memberikan kesan tersendiri tentang bisnis makanan dan minuman,” ujarnya seperti dikutip JawaPos.com, Minggu (30/9).

Indra menjelaskan, Jigger and Pony sebenarnya milik sang istri, Gan Guoyi, yang memang berkeinginan membuka bar di Singapura. “Istri saya orang Singapura dan kami bertemu di Singapura,” jelas Indra.

Indra sendiri pindah ke Singapura dari Samarinda di usia 12 tahun. Untuknya, publik Singapura sangat menantang untuk membuka bisnis makanan dan minuman.

“Singapura ini sangat internasional. Kalau bicara bidang makanan dan minuman, pengaruh bisa datang dari mana saja, dari customer, chef ataupun bartender-nya,” jelas Indra.

Menurutnya, di Singapura, customer mengharapkan ada sentuhan pengalaman pribadi bartender atau chef pada makanan dan minuman yang disajikan. Perjalanan Indra tidak selalu mulus. Kedua pasangan tersebut tidak tahu apa-apa tentang bisnis ini.

“Kami berdua tidak punya pengalaman di bidang makanan dan minuman. Kami benar-benar pemain baru. Selain itu, kami juga tidak punya tim sendiri. Jadi mencari SDM juga sangat sulit,” kenang Indra.

Namun, saat ini Indra bisa membanggakan bahwa mereka berdua sudah menemukan orang-orang yang tepat. Tantangan ini tidak lantas membuat Indra menyerah. “Saya dan istri saya punya passion yang luar biasa di bidang makanan dan minuman dan kami selalu memberikan semuanya untuk bisnis kami,” tambahnya.

Saat ini, Jigger & Pony yang merupakan classic cocktail house ini telah masuk ke dalam list Asia’s 50 Best Bars selama dua tahun berturut-turut dan Jigger & Pony Group juga sudah menaungi lima brand lain. Yang pertama adalah Sugar Hall, sebuah Rum Bar and Grill House di Amoy Street.

Lalu ada trio Humpback, oyster bar and sea food restaurant, The Flagship, sebuah Whiskey cocktail bar dan cocktail bar prestisius Gibson yang semuanya terletak di daerah Bukit Pasoh. Yang terbaru dari Jigger & Pony Group adalah sebuah restoran dan bar Italia bernama Caffe Fernet di Customs House di Fullerton Area.

Kesuksesan tentunya diimbangi dengan tantangan baru, salah satunya adalah mengatasi rutinitas. “Kami berdua menjalankan bisnis ini bersama, jadi bisnis ini akan terus ada sebagai bagian dari keseharian kami. Bahkan ketika kami pergi berdua pada malam hari, kami akan mengecek restoran dan bar lalu tanpa sadar kami sedang mempelajari menu mereka,” imbuhnya.

Indra menekankan, sebenarnya tidak ada rahasia khusus untuk jadi pebisnis sukses di bidang ini. Yang terpenting adalah bagaimana kita menuangkan semua passion kita di (bisnis ini).

“Kami hanya memastikan semuanya senang dan enjoy setiap mereka datang ke bar. Makanan dan minuman yang disajikan tentu saja harus enak karena bisnis ini ada di pasar yang sangat kompetitif. Tapi pada akhirnya, semuanya hanya passion dan passion jugalah yang mendorong kami untuk mengembangkan menu. Jadi, benar-benar tidak ada rahasia,” pungkasnya.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up