JawaPos Radar

Gempa Donggala dan Palu

Bupati Sigi: Satu Kecamatan Tertimbun Lumpur Sedalam 4 Meter

30/09/2018, 19:32 WIB | Editor: Dida Tenola
Bupati Sigi: Satu Kecamatan Tertimbun Lumpur Sedalam 4 Meter
Bupati Sigi M. Irwan Lapata. (Syahrul Ramadan/ JawaPos,com)
Share this image

JawaPos.com - Sejumlah daerah masih terisolasi usai gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (28/9). Lokasi yang sampai saat ini masih perlu mendapat bantuan logistik adalah Donggala, Sigi, dan Palu. Pemerintah terus memperbaharui jumlah korban luka dan tewas akibat bencana tersebut.

Di Sigi, sebagian besar kecamatan terisolasi. Hal itu menyebabkan distribusi bantuan sulit menjangkau titik terdampak gempa.

Bupati Sigi M. Irwan Lapata mengatakan, satu kecamatan paling parah tertimbun lumpur hingga sedalam 4 meter. "Yang tertimbun lumpur itu memang benar. Setelah jembatan putus kemudian ada jalan ke bawah, itu cukup dalam," jelas Irwan saat berada di Korem 132 Tadulako, Kota Palu, Minggu (30/9).

Bupati Sigi: Satu Kecamatan Tertimbun Lumpur Sedalam 4 Meter
Infografis gempa bumi Palu dan Donggala. (Rofiah Darajat/ JawaPos.com)

Kecamatan yang paling parah terkena dampak gempa dan tsunami di Sigi adalah Marawola. Kurang lebih 2 ribu kepala keluarga dikabarkan menjadi korban. Dari Palu jaraknya sekitar 5 km. Namun karena akses jalan terputus, bantuan sama sekali belum menjangkau Marawola.

"Yang sampai saya lihat langsung beberapa mayat, ada itu diangkut sendiri oleh masyarakat. Itu juga ada reruntuhan perumahan antara batas Sigi dan kota Palu, di situ juga masih banyak mayat. Kalau mau dibongkar semua itu bisa dapat, tapi agak susah," tambah Irwan.

Selain Marawola, kecamatan yang masih terisolasi di Sigi terdeteksi antara lain Kulawi, Kulawi Selatan, Lindu, Dolo Selatan, Dolo Barat, Gumbasa hingga Salua. Pemkab Sigi belum bisa berbuat banyak selain tetap berkoordinasi dengan TNI, Polri, Basarnas, hingga tim gabungan lembaga kemanusiaan lainnya.

"Sekarang ini persoalan yang paling mendesak adalah obat-obatan, kemudian logistik, seperti makanan, air bersih yang seperti itu. Karena memang semua sudah tidak bisa didapat. Sudah mendesak ini," sebut Irwan.

Irwan melanjutkan, warga Sigi hingga saat ini membangun perlengkapan seperti tenda-tenda darurat seadanya. Dia meminta kepada masyarakat agar tetap tenang dan berupaya untuk bertahan sembari pihaknya berkoordinasi agar bantuan dan evakuasi bisa menjangkau warga.

(ce1/rul/JPC)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 30/09/2018, 19:32 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 30/09/2018, 19:32 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 30/09/2018, 19:32 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 30/09/2018, 19:32 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 30/09/2018, 19:32 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 30/09/2018, 19:32 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 30/09/2018, 19:32 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up