JawaPos Radar

Solusi Atasi Macet, Pemkot Medan Akan Bangun LRT dan BRT Tahun Depan

30/09/2018, 19:00 WIB | Editor: Dida Tenola
Solusi Atasi Macet, Pemkot Medan Akan Bangun LRT dan BRT Tahun Depan
Ilustrasi LRT di Jakarta yang juga akan dibangung di Medan mulai tahun depan. (Issak Ramdhani/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com– Medan sudah berlabel metropolitan. Warganya sudah berkawan akrab dengan kemacetan. Sekali macet, bisa mengular hingga beberapa kilometer.

Kemacetan ini sudah terjadi sejak lama. Penyebabnya klise. Yakni pertumbuhan jalan yang tidak sebanding dengan bertambahnya jumlah kendaraan. Macet di Medan malah lebih parah saat jam-jam sibuk. Saat orang berangkat maupun pulang kerja.

Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution membeberkan penyempitan lebar jalan juga memberi sumbangsih besar terhadap kemacetan. Penyempitan itu salah satunya disebabkan karena pedagang kaki lima yang sampai memakan bahu jalan. Mereka kerap mengabaikan larangan berjualan di trotoar.

Belum lagi masalah parkir berlapis yang menghambat laju kendaraan. Ini biasa terjadi di pusat perbelanjaan. "Intinya negara hadir di tengah-tengah masyarakat. Bukan kami mempersulit rakyat untuk berusaha,tapi kami ingin mengembalikan fungsi  jalan,"ujar Akhyar.

Upaya mengurai kemacetan sudah dilakukan polisi lalu lintas. Rekayasa lalu lintas biasa jadi siasat polisi untuk mengurai kepadatan. Namun langkah itu tidak benar-benar signifikan menanggulangi kemacetan.

Solusi yang dianggap paling mutakhir adalah pembangunan Mass Rapid Transit (MRT). Rencananya Pemkot Medan akan mulai membangun MRT tahun depan. Tak tanggung-tanggung, Pemkot Medan akan menghadirkan dua moda transportasi masal sekaligus. Yakni Light Rapid Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT). "Kami sudah ketemu dan berdiskusi dengan para stakeholder pengangkutan. Mereka akan menyiapkan diri untuk mengganti moda angkutan yang lebih besar," ujarnya. 

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana nasib angkutan kota (angkot)? Apakah transportasi umum yang kerap saling salip di jalanan itu akan hilang?

Akhyar memastikan bahwa ngkot akan berfungsi sebagai feeder. Dengan kata lain, angkot akan menjadi pelayan MRT. 

Selain MRT, Pemkot juga berencana membangun fly over dan underpass. Keduanya bisa mengurangi konflik kenderaan di tiap persimpangan. "Jalan layang dan underpass itu ada di persimpangan yang sebidang menjadi persimpangan tidak sebidang. Sehingga lebih cepat, mengurangi konflik, lalu lintas di persimpangan jalan," paparnya.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up