JawaPos Radar

Nur Asia Uno: Jangan Terpancing dan Emosi

30/09/2018, 18:39 WIB | Editor: Imam Solehudin
Nur Asia Uno
Nur Asia Uno (berkerudung biru) dalam acara deklarasi Sandiaga Uno Community di Gelanggang Remaja, Jakarta, Minggu (30/9). (Igman/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Istri calon wakil presiden Sandiaga Uno, Nur Asia Uno ikut menyoroti maraknya kasus penyebaran berita bohong (hoax) jelang Pilpres 2019. Dia meminta seluruh relawan Prabowo-Sandi untuk tak terpancing.

"Beberapa bulan ke depan pasti semakin banyak fitnah dan berita hoaks yang ditujukan kepada Prabowo-Sandi, namun saya berpesan agar kita tidak boleh terpancing dan jangan emosi, jangan membalas dengan hal yang negatif," kata Nur dalam acara deklarasi Sandiaga Uno Community di Gelanggang Remaja, Jakarta, Minggu (30/9).

Nur juga mewanti-wanti pemilih Prabowo-Sandiaga untuk tak membalas setiap ada berita hoaks . Dia berharap, pilpres kali ini menyajikan iklim demokrasi yang sejuk dengan memberi konten positif ke masyarakat luas.

"Kita berikan pencerahan agar informasi informasi yang benar terhadap Prabowo-Sandi kepada mereka (pemilih)," ucap Nur.

Tak lupa, dirinya meminta restu kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan sokongan dukungan kepada sang suaminya. "Saya mohon doa restu dukung Pak Prabowo dan Sandi," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Suami Nur, Sandiaga Salahuddin Uno tengah diserang kampanye hitam alias black campaign oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Cara kotor yang digunakan adalah memfitnah Cawapres Sandiaga Uno dengan konten memojokkan di website www.skandalsandiaga.com.

Berdasarkan penelusuran JawaPos.com, website itu berisikan konten-konten negatif yang menyerang Sandi. Dari 13 konten yang ada saat ini, artikel pertama diunggah pada 22 September 2018. Tepat saat domain itu baru dibeli dan online.

Beradasar data Who Is, domain website itu habis pada 22 September 2019. Itu berarti, domain skandalsandiaga dibuat pada 22 September 2018. Sebab, umum diketahui bahwa usia berlangganan suatu domain adalah kelipatan satu tahun.

Kemunculan web itu bisa dikatakan dibuat oleh orang tidak bertanggung jawab. Sebab, pemilik website mengunci informasi lainnya melalui privacy protect. Sehingga, tidak bisa diketahui siapa yang memiliki domain itu.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up