JawaPos Radar

Bantuan Belum Tiba, Korban Gempa Palu Terpaksa Serbu Toko Tanpa Bayar

30/09/2018, 18:14 WIB | Editor: Dida Tenola
Bantuan Belum Tiba, Korban Gempa Palu Terpaksa Serbu Toko Tanpa Bayar
Para korban gempa Palu, mengambil beberapa kebutuhan tanpa membayar di sebuah minimarket. (Sahrul Ramadan/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com– Nasib korban gempa bumi dan tsunami di Palu memang memprihatinkan. Mereka terkatung-katung menanti bantuan logistik datang dari pusat.

Pusat perbelanjaan, pasar, dan apotek otomatis lumpuh. Sama sekali tidak beroperasi. Di tengah kondisi darurat seperti itu, mereka tetap membutuhkan asupan makanan dan obat-obatan. Sementara sebagian besar bantuan belum mencapai pusat hingga pinggiran Palu.

Alhasil, mereka terpaksa mencukupi kebutuhan dengan mengambil barang-barang di minimarket tanpa membayar. Mereka sadar tindakannya itu salah. Namun dalam situasi seperti saat ini, mereka tidak punya pilihan lain.

Bantuan Belum Tiba, Korban Gempa Palu Terpaksa Serbu Toko Tanpa Bayar
Infografis gempa bumi Palu dan Donggala. (Rofiah Drajat/ JawaPos.com)

"Sebenarnya kami kasihan dengan minimarket yang (barang dagangannya) kami ambil. Mau dikata pencuri atau apa terserah, tapi kami butuh sekali. Ada bantuan tapi kami yang betul-betul korban sampai sekarang belum dapat apa-apa,” ujar salah seorang korban gempa yang berjalan keluar dari sebuah toko di Jalan RA Kartini, Palu, sembari membawa kebutuhan makanan.

Bukan cuma satu atau dua orang yang mendatangi toko tersebut. Jumlahnya mencapai puluhan orang. Bahkan di tempat lain, di salah satu pusat perbelanjaan modern yang tidak beroperasi, ratusan warga berkerumun di halaman luar. Mereka terlihat membawa berbagai kebutuhan logistik, mulai susu kaleng, beras, mi instan dalam kardus, popok bayi, sampai air mineral kemasan.

Pemandangan yang sama juga terlihat di salah satu apotek. Warga terlihat berhamburan masuk ke dalam apotek yang tidak dijaga itu. Mereka mengambil beberapa obat-obatan. Terutama obat untuk luka luar. Mereka mengeluh betapa sulitnya mendpat obat. ”Sulit cari obat. Kami masih sangat menunggu bantuan obat-obatan,” ucap salah seorang warga yang tidak ingin namanya ditulis.

 

Dari pantauan JawaPos.com, petugas gabungan TNI-Polri terlihat berjaga di sejumlah lokasi pusat perbelanjaan. Ada juga yang berjaga di SPBU. Mereka berusaha sebisanya untuk mencegah warga masuk ke dalam. Kendati para petugas tersebut juga sadar dan memahami bagaimana kesusahan para korban yang memang membutuhkan logistik.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menegaskan, apa yang dilakukan oleh warga tersebut bukanlah bentuk penjarahan. Tjahjo memastikan, barang-barang yang diambil warga itu akan ditanggung oleh pemerintah. ”Kami sudah perintahkan untuk Alfamart dan Indomaret itu sudah bisa diambil barang-barangnya. Catat semua apa yang diambil, diinventaris. Kami akan bayar semuanya,” tegas Tjahjo.

Tjahjo menambahkan, saat ini bantuan via darat memang masih sulit masuk ke wilayah terdampak bencana. Hal itu disebabkan karena kondisi jalan yang terputus. ”Kondisi memang darurat, makanan dan minuman belum masuk. Toko tutup, ya bantu masyarakat yang perlu makan minum,” tambahnya.

(rul/JPC)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 30/09/2018, 18:14 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 30/09/2018, 18:14 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 30/09/2018, 18:14 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 30/09/2018, 18:14 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 30/09/2018, 18:14 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 30/09/2018, 18:14 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 30/09/2018, 18:14 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up