JawaPos Radar

Elite PDIP Puji Gaya Kampanye 'Nyentrik' Mas Totok

30/09/2018, 17:07 WIB | Editor: Imam Solehudin
Gubuk Sang Marhaen
Deklarasi Gema Gubuk Sang Marhaen di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat, Sabtu (29/9) (Ist/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Peresmian 'Gema Gubuk Sang Marhaen' di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Sabtu (29/9) sore berlangsung menarik. Inisiator, Totok Sardjono melibatkan sejumlah komunitas, di antaranya perkumpulan pemulung.

Ya, pria yang mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Kota Depok Dapil Sawangan, Cipayung, dan Bojongsari itu menghadirkan mereka dalam bagian dari konsolidasi.

Towels-sapaannya- mengatakan, kehadiran mereka sangat berarti bagi perjuangannya menjadi wakil rakyat. Dia menegaskan, para pemulung ini memiliki spirit yang sama dengannya.

"Ikhtiar saya maju bukan sekadar ingin menampung aspirasi semata. Tapi bagaimana mewujudkan pola pemberdayaan masyarakat jangka panjang. Termasuk dengan teman-teman pemulung," beber Towels.

Untuk itulah dia dirikan Gubuk Sang Marhaen sebagai sarana menampung aspirasi semua lapisan masyarakat. Termasuk berdiskusi isu-isu terkini mengenai kesejahteraan masyarakat.

"Jadi hari ini (kemarin) bukan seremonial belaka. Tapi jangka panjang, tempa berkumpul warga untuk guyub bareng," tegas pria yang menjabat sebagai Sekretaris DPC PDIP Kota Depok tersebut.

Sementara, Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Jawa Barat, Waras Wasisto memuji langkah yang dilakukan Towels. Waras menyebutnya sebagai kader ideologis yang kental dengan nilai budaya.

"Mas Totok ini kader langka. Nyentrik, gaul. Selalu memiliki berkelas dalam merancang apapun. Kreatif, inovatif," kata Waras.

"Termasuk mengahdirkan para pemulung, kemudian teman-teman nasrani, ada katholik, protestan, dan kaum muslim. Luar biasa, semua disatukan dalam Gubuk Sang Marhaen," pungkas Waras.

(mam/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up