JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ingin Cepat Dievakuasi, Pengungsi Gempa Palu Sesaki Bandara

30 September 2018, 15:48:11 WIB
Ingin Cepat Dievakuasi, Pengungsi Gempa Palu Sesaki Bandara
Seorang pengungsi gempa Palu yang berada di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, harus digendong karena kakinya terluka. (Sahrul Ramadan/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com- Ratusan korban gempa dan tsunami berbondong-bondong memadati Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Minggu siang, waktu setempat (30/9).  Mereka ingin mengungsi dan berencana meninggalkan Palu untuk mencari perlindungan yang lebih aman.

Demi mendapat penerbangan untuk meninggalkan Palu, korban yang didominasi oleh perempuan dan anak-anak ini rela berdesak-desakan di pintu masuk kedua bandara. Mereka saling berimpitan, memaksakan diri agar bisa masuk. Tarik menarik dengan petugas yang berjaga tak terhindarkan. Bahkan ada beberapa orang yang terpisah dengan anggota keluarganya saking sesaknya pintu masuk bandara.

Informasi yang didapat JawaPos.com, pemandangan penuh sesak di bandara itu sudah terjadi beberapa saat setelah gempa bumi meporak-porandakan Palu, Jumat (28/9). Banyak warga yang selamat, ingin cepat-cepat meninggalkan Kota Kaledo melalui jalur udara. Selain tempat tinggal yang sudah tidak layak huni, mereka juga khawatir dengan gempa susulan.

Ingin Cepat Dievakuasi, Pengungsi Gempa Palu Sesaki Bandara
Seorang ibu tak kuasa membendung tangis setelah berdesakkan dengan pengungsi lain demi meninggalkan Palu. (Sahrul Ramadan/ JawaPos.com)

Sejak Minggu pagi (30/9), sekitar pukul 06.00 WITA, warga sudah memenuhi area sekitar Bandara Mutiara SIS Al-Jufri. "Yang jelas kami mau keluar dulu dari sini pak. Kami sudah dua hari ini hampir tidak ada kejelasan," kata Wiwi, 34, salah seorang korban kepada JawaPos.com.

Pantauan JawaPos.com di lokasi, korban tampak memadati pintu dua, arah Utara bandara ini. Para perempuan dan anak-anak saling berebut masuk ke area landasan pacu. Sesuai arahan petugas gabungan dan tim penolong, titik kumpul para korban yang akan meninggalkan Palu dengan pesawat terbang memang dipusatkan di landasan pacu. 

Petugas tampak memprioritaskan para lansia renta yang cedera, ibu hamil dan anak-anak. Sedangkan korban laki-laki terlihat terlihat mengurus segala kelengkapan barang yang bisa mereka selamatkan sebisanya setelah gempa melanda. Sebagian ada yang dalam kondisi terluka. Bahkan ada juga yang harus digendong karena sudah tidak kuat berjalan.

Isak tangis, haru,  hingga teriakan histeris mewarnai proses masuk para korban masuk ke dalam area penerbanagan. Mereka akan diangkut dengan pesawat Hercules milik TNI AU. Rencananya, untuk sementara waktu mereka akan dievakuasi ke Makassar. 

Sementara itu, JawaPos,com juga menyaksikan sendiri bagaimana efek kerusakan yang membekas di Bandara Mutiara SIS-Al Jufri. Kondisinya memang memprihatinkan. Nyaris sebagian besar bangunan bandara terlihat sudah tidak utuh. Kaca-kaca gedung pecah berserakan, tiang penyangga bandara roboh, hingga infrastruktur pendukung lainnya hancur. 

Sejumlah petugas gabungan TNI, Polri dan petugas dari instansi kebandaharaan tetap bersiaga mengawal dan memontior bandara. Hingga berita ini ditulis sekitar pukul 15.45 WITA, para korban pengungsi sebagian besar masih bertahan di halaman luar kawasan bandara. Sambil menunggu antrean keberangkatan pesawat, tidak sedikit yang mendirikan tenda-tenda darurat untuk mengantisipasi kondisi-kondisi yang tidak diinginkan.

Editor           : Dida Tenola
Reporter      : (rul/JPC)

Alur Cerita Berita

Korban Gempa Sulteng Mulai Tinggalkan Pengungsian 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Napi Lapas Palu Serahkan Diri ke Rutan Solo 30 September 2018, 15:48:11 WIB
RSU UMM Kirim Empat Tenaga Medis ke Donggala 30 September 2018, 15:48:11 WIB
1.200 KK Korban Gempa Sulteng Akan Tempati Huntara 30 September 2018, 15:48:11 WIB
PMI Dirikan Klinik Lapangan di Donggala 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Pencarian Korban Gempa Sulteng Dihentikan 30 September 2018, 15:48:11 WIB
PMI Sulteng Target Bangun Dua Instalasi Air Bersih 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Korban Tewas Gempa Sulteng Capai 2.037 Orang 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Pemprov Sulteng Bantah Hilangnya Aset Bappeda Palu 30 September 2018, 15:48:11 WIB
3 Daerah di Sulteng bakal Dibangun Monumen Gempa 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Usai Gempa Sulteng, Polri Aktifkan Layanan 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 30 September 2018, 15:48:11 WIB
UNS Siap Tampung Mahasiswa Korban Gempa Sulteng 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 30 September 2018, 15:48:11 WIB
73 Pengungsi Asal Palu Tiba di Malang 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Penyebar Hoax Soal Gempa Sulteng Ditangkap 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Membantu Sesama, Pedagang di Palu Tak Naikkan Harga 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Gempa Sulteng, Pemprov Jateng Kirim 100 Relawan 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Polres Malang Kota Galang Dana Setiap Apel Pagi 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Pemprov Sumsel Akan Sumbang Beras ke Sulteng 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Elite Partai-DPR Minta Pemerintah Pangkas Birokrasi 30 September 2018, 15:48:11 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 30 September 2018, 15:48:11 WIB
IPI Harap Masyarakat Sulteng Bangkit Dari Kesedihan 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Gempa Sulteng, Jateng Siap Kirimkan Tenaga Medis 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Alasan Korban Gempa Sulteng Menjarah Minimarket 30 September 2018, 15:48:11 WIB
BNPB: 224 Gempa Susulan Terjadi di Sulawesi Tengah 30 September 2018, 15:48:11 WIB
DPR Wacanakan Tambah Anggaran BMKG, Ini Alasannya 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Bulog Kirim 5 Ton Daging ke Palu dan Donggala 30 September 2018, 15:48:11 WIB
800 Kg Rendang untuk Korban Gempa Sulteng 30 September 2018, 15:48:11 WIB
UAS Pimpin Salat Gaib untuk Korban Gempa Sulteng 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Tangani Gempa Sulteng, Diperlukan Triliunan Dana 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Tenda Robek, Logistik Menipis, Dapur Umum Belum Ada 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Jumlah Pengungsi di Kota Palu Capai 16.723 Orang 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Tsunami Sulteng Tingginya Mencapai 6 Meter 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Korban Gempa Palu: Tolong Doakan Kami! 30 September 2018, 15:48:11 WIB
BNPB: Mayoritas Gempa Terjadi Saat Akhir Pekan 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Runway Retak 250 Meter, Bandara Palu Kembali Dibuka 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Tsunami di Palu Disebabkan Karena Dua Faktor 30 September 2018, 15:48:11 WIB
BNPB: Jalur Darat Palu ke Poso Lumpuh 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Takut Gempa Susulan, Warga Palu Tidur di Jalanan 30 September 2018, 15:48:11 WIB
48 Korban Meninggal Dunia Gempa Sulteng 30 September 2018, 15:48:11 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Jokowi Terus Pantau Gempa dan Tsunami di Sulteng 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Gempa Donggala Disebabkan Aktifitas Sesar Palu Koro 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Keluarga Sandi Sute Jadi Korban Gempa di Sulawesi 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Gempa Susulan Masih Terjadi di Donggala 30 September 2018, 15:48:11 WIB
BMKG Cabut Status Potensi Tsunami Gempa Donggala 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Gempa Donggala, 1 Warga Meninggal Dunia 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Gempa 5,9 SR Guncang Donggala, Warga Berhamburan 30 September 2018, 15:48:11 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up