JawaPos Radar

Usai Tsunami, Rutan Donggala Dibakar, Ratusan Napi Kabur?

30/09/2018, 14:39 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Yasona dan Sri Puguh Utami
Dirjen Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami bertolak dari Jakarta, Makassar kemudian ke Palu untuk mengecek kondisi rutan di wilayah Sulteng. (Issak/jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kementerian Hukum dan HAM tengah melakukan pengecekan terkait terbakarnya rumah tahanan (rutan) Donggala. Hal ini setelah terjadinya gempabumi dan tsunami yang terjadi di Donggala, Palu Sigi, Sulawesi Selatan (Sulteng).

"Kemarin Ibu Dirjen Pemasyarakatan (Sri Puguh Budi Utami) bertolak dari Jakarta, Makassar kemudian ke Palu untuk mengecek kondisi rutan di wilayah Sulteng," kata Kabag Humas dan Protokol Ditjen Pas Ade Kusmanto saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (30/9).

Menurut Ade, pihaknya belum mendapatkan informasi secara detail terkait terbakar dan kaburnya napi di rutan Donggala. Itu disebabkan karena terputusnya sinyal seluler dan internet.

"Nanti (kalau ada sinyal) secara resmi Bu Dirjen Pas akan menyampaikankondisi Lapas di Palu, Rutan di Donggala dan rutan lainnya di Sulteng," ungkap Ade.

Informasi terakhir yang diterima Ditjen Pas, kata Ade, Kepala Rutan Donggala Saifuddin menyampaikan secara tertulis mengenai beberapa bangunan rutan yang roboh alibat gempa. Saat itu informasi yang diterima seluruh napi telah dievakuasi dan tidak ada yang kabur.

"Komunikasi terputus kami belum mengetahui kondisi real saat ini, kemungkinan saja kalau napi lari karena memanfaatkan bencana alam," tandasnya.

Sebelumnya beredar kabar, rutan kelas II B Donggala, Sulawesi Tengah dibakar ratusan narapidana, Sabtu (30/9) sekitar pukul 23.00 WIB. Peristiwa itu mengakibatkan ratusan narapidana melarikan diri.

Pembakaran rutan dilakukan karena tuntutan para napi yang tak dikabulkan. Mereka menuntut untuk bisa bertemu dengan keluarga mereka pasca gempa bumi dan tsunami menghantam Donggala. Akibat keinginannya tak terpenuhi, mereka pun membuat kericuhan hingga membakar seisi rutan.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up