JawaPos Radar

Ratusan Jenazah Gempa Donggala dan Palu Dimakamkan Usai Diidentifikasi

30/09/2018, 13:09 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Ratusan Jenazah Gempa Donggala dan Palu Dimakamkan Usai Diidentifikasi
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Ratusan orang meninggal dunia saat gempa dan tsunami melanda Donggala dan Palu. Rencananya, mereka semua akan dikuburkan setelah berhasil diidentifikasi.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, penanganan jenazah untuk segera dikuburkan usai diidentifikasi agar tidak menimbulkan penyakit di belakang hari karena korban terbilang cukup banyak.

"Korban tercatat sekarang lebih dari 400 dan korban itu kebanyakan justru korban tsunami. Karena pada saat tsunami terjadi sedang ada satu gladi bersih untuk memperingati ulang tahun kota Palu sehingga korban cukup banyak pada saat gladi bersih itu," ujar Wiranto di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9) malam.

Sejauh ini, masyarakat terus dievakuasi.  Pihaknya suda menyediakan tempat-tempat tertentu untuk penampungan masyarakat yang tidak lagi tinggal di rumahnya akibat bencana gempa.

Konsolidasi dengan rumah sakit untuk korban luka-luka juga sudah dilakukan. Diakui di daerah Donggala dan Kota Palu kekurangan rumah sakit.

"Karena itu Panglima TNI dengan Wakapolri akan menyiapkan setting kesehatan lapangan, rumah sakit lapangan yang akan digelar setelah Hercules berangsur-angsur bisa membawa mereka ke Palu," tutur Wiranto.

Ketersediaan listrik juga diperhatikan. Pasalnya, dari 7 gardu induk yang ada hanya 2 gardu yang bisa difungsikan. Padahal menurut Wiranto, aliran listrik sangat dibutuhkan untuk komunikasi melalui seluler, aktivitas di rumah sakit, pengisian bahan bakan, dan sebagainya.

"Saya mendesak PLN utuk segera memulihkan karena jika itu sudah pulih maka aktivitas bisa kembali lancar," tegasnya.

Hal penting lainnya yaitu mengenai pemulihan udara. Wiranto mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta Dinas Perhubungan Udara untuk segera memperbaiki itu paling tidak bisa memulihkan transportasi udara yang sekarang lumpuh. Dengan demikian, maka tentu akan mempermudah angkutan-angkutan transportasi yang bisa memindahkan barang dan manusia dengan mudah ke kota Palu.

"Terpenting runway-nya harus aman untuk persyaratan pendaratan pesawat jenis Boeing 737 seri 800, 900. Kalau seri 400 tadi sudah saya pakai tapi tentunya perlu persyaratan lain untuk segera dinyatakan layak dibuka, terutama untuk menara pengawas. Tadi dilihat roboh puncaknya dan juga rusak peralatannya dan itu akan di back up oleh tim dari Makassar," jelasnya.

Sementara itu, terhadap penanganan masa tanggap darurat ini, Wiranto sudah menggelar rapat dengan otoritas terkait setibanya di Palu. "Saya datang ke mari membawa rencana-rencana bantuan dari pusat dan tadi kita bersama-sama Pak Gubernur, Kepala BNPB, membentuk Satuan Tugas di daerah yang nanti bisa menampung semua bantuan dan kita melakukan kerja sama dengan Satgas di daerah itu, dan itu sudah berjalan," tukasnya. 

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up