JawaPos Radar

Terlalu Banyak Anak Picu Depresi Usai Melahirkan

30/09/2018, 13:00 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
rencana kehamilan, fakta kehamilan,
Ilustrasi. Banyak anak bisa picu depresi usai melahirkan. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Merencanakan kehamilan dengan matang bisa menjaga kesehatan jiwa ibu. Sebab selain memicu kemiskinan, terlalu banyak anak bisa menyebabkan ibu depresi usai melahirkan.

Kurangnya pengalaman dan tak sigapnya suami rentan membuat perempuan mudah depresi. Selain itu, bisa jadi saat sedang hamil, kondisi keuangan di dalam rumah tangga sedang tidak baik.

Penghasilan suami tidak tetap atau bahkan suami sedang menganggur. Hal ini bisa menimbulkan stres berkepanjangan pada perempuan usai melahirkan. Apalagi jika yang dilahirkan adalah anak ketiga, keempat, dan seterusnya.

"Mengapa seorang ibu mengalami depresi, bermasalah dengan persalinan. Hal itu terkait erat dengan psikologi istri usai melahirkan jangan sampai mengalami depresi atau Depresi Postpartum," kata
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Dr. dr. Andon Hestiantoro, SpOG(K) dalam seminar bersama PT Bayer, baru-baru ini.

Kurangnya dukungan suami dalam mendampingi istri yang sedang hamil atau pascamelahirkan, juga bisa membuat ibu stres. Karena itu setelah melahirkan, perempuan harus mendapatkan motivasi dan dukungan dari orang-orang terdekat terutama suami, keluarga, teman, dan anak-anaknya.

Depresi yang dialami ibu usai melahirkan bisa berlangsung hingga dua minggu lamanya. Bahkan, depresi bisa berlanjut hingga 1-2 tahun.

Gejalanya, ibu yang baru saja melahirkan merasa sedih, tak bahagia, hidup tak berguna, hingga disisihkan keluarga. Belum lagi adanya perasaan diacuhkan oleh suami. Hal itu berdampak buruk pada bayi dan keluarganya.

Bahkan lebih parah, lanjutnya, seorang ibu bisa mendengar bisikan atau halusinasi untuk mencelakai buah hatinya. Hal itu tentu berbahaya bagi buah hati.

"Coba lihat banyak kasus di televisi ada banyak ibu yang mencelakai bayinya, sehingga pentingnya mengatur kehamilan untuk kesejahteraan," jelas dr. Andon.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up