JawaPos Radar

Singapura dan Malaysia Berhasil Terapkan ETLE

Jakarta Harus Belajar dari Kegagalan Surabaya

30/09/2018, 13:05 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Jakarta Harus Belajar dari Kegagalan Surabaya
Kamera CCTV dalam penerapan ETLE (Issak Ramadhan/ JawwPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Rencana penerapan kebijakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) akan diberlakukan pada Oktober 2018. Penerapan ini dinilai terlambat dari dua negara tetangga Singapura dan Malaysia. Namun, perlu diberi perhatian khusus agar ETLE bisa berjalan dengan baik.

Pengamat transportasi dari Universitas Indonesia Alvinsyah menilai negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia yang dianggap sudah berhasil menerapkan aturan ETLE.

Alvin menjelaskan, keterlambatan Indonesia dari dua negara tetangganya itu karena ketidakmampuan pemerintah menghadapi tekanan dari pihak berkepentingan.

Jakarta Harus Belajar dari Kegagalan Surabaya
Ilustrasi ETLE yang akan diterapkan di Jakarta padaa 1 Oktober 2018 (Kokoh Prabawa/ JawaPos.com)

"Seperti contoh Permenhub 108, bagaimana nasibnya? Padahal, kalau pemerintah tegas masalah itu bisa teratasi," kata Alvin kepada JawaPos.com, Minggu (30/9).

Terkait efektifitas ETLE apakah bisa mengurangi angka pelanggaran lalu lintas, menurutnya, secara teori seharusnya tingkat bpelanggaran berlalu lintas kan turun. Akan tetapi, hal itu akan terjadi jika penindakan di lapangan konsisten dan adil kepada siapa pun.

"Jangan berpikir tahap awal ETLE nanti, seperti beli fastfood mau langsung terlihat hasil signifikan. Karena, perlu proses adaptasi bagi semua pemangku kepentingan," tutur dia.

Alvinsyah menilai, belajar dari pengalaman di Surabaya, ETLE sebetulnya sudah lebih dulu dijalankan di Kota Pahlawan beberapa bulan lalu. Kendati demikian, dalam pelaksanannya ETLE tidak berjalan sesuai dengan harapan. Sebab, belum ada regulasi yang mengatur tentang ETLE.

Sehingga, Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya sebaiknya memastikan lebih dulu regulasi yang akan dipakai untuk memberlakukan ETLE. Terlepas sempurna atau tidak regulasinya, menurut Alvin, yang terpenting ada landasan hukum untuk menjalankan kebijakan tersebut.

"Kalau sekarang ETLE mau diterapkan, logikanya payung hukum pasti sudah ada, terlepas sudah sempurna atau masih perlu perbaikan," kata Alvin.

Menurutnya, Indonesia sudah seharusnya menerapkan ETLE di bidang lalu lintas. Meski pada awalnya masih banyak kendaraan, bukan berarti kebijakan revolusioner di bidang transportasi tersebut digagalkan.

Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf menyarankan kepada pemilik kendaraan baru, mutasi, atau balik nama, untuk mengirim data nomor telepon dan email. Langkah itu dilakukan agar penindakan ETLE bisa tepat sasaran kepada pelanggar lalu lintas.

"Masalahnya itu. Saya sudah sampaikan di media bahwa setiap pemilik kendaraan, segera mengirimkan nomor HP dan email. Sehingga dari situ, kita gampang untuk mengonfirmasi kalau pelanggar punya STNK yang bukan atas namanya," ujar Yusuf, Jumat (28/9).

Saat pelanggar lalu lintas menguasai kendaraan, maka pelat nomor yang terekam CCTV itu segera dikonfirmasi oleh petugas TMC. Dengan kata lain, kata Yusuf, pengemudi yang melanggar saat menggunakan kendaraan miliknya, akan segera terkonfirmasi melalui pemilik kendaraan.

"Kalau dikonfirmasi itu memang ada respon, dan bener memang yang bersangkutan melakukan, hari itu juga langsung dikirim tilang melalui pos," terangnya.

Lanjut Yusuf menjelaskan, ETLE diujicobakan di ruas Jalan Thamrin dan Sudirman. Hingga saat ini baru dua kamera yang terpasang di dua jalur tersebut. Dikatakannya, dua kamera CCTV bekerja merekam aktivitas pengendara di ruas jalan.

Dia menjelaskan, surat tilang akan dikirim kepada pelanggar melalui email sekaligus alamat rumah. Pelanggar lalu lintas akan diberi kesempatan untuk membayar denda tilang melalui rekening Bank yang sudah ditentukan.

"Batas waktu bayar tilang 7 hari. Lewat dari itu maka STNK akan diblokir. Blokir baru bisa dibuka jika bayar benda tilang," kata Yusuf.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up