JawaPos Radar

Gelar Pelatihan Jubir Pancasila di Ambon, KBI Temui Banyak Keresahan

30/09/2018, 11:58 WIB | Editor: Dimas Ryandi
KBI Jubir Pancasila
Salah satu pemateri di acara Pelatihan Juru Bicara Pancasila sedang memberikan sejumlah pembekalan. Acara yang di gagas KBI ini digelar di Ambon, Maluku Utara. (KBI)
Share this image

JawaPos.com - Komunitas Bela Indonesia (KBI) kembali menggelar pelatihan Juru Bicara Pancasila sesi ke-4 di Ambon pada Jum’at siang kemarin (28/9). Acara ini ini dimaksudkan untuk menggemakan kembali semangat Pancasila sebagai ideologi Negara yang semakin menurun.

Sebelum masuk ke dalam materi pelatihan inti yakni, Kebhinnekaan, menulis, berdebat dan manajemen media sosial, di hari pertama, peserta diajak untuk merumuskan dan mendiskusikan tentang keresahan dan potensi di Maluku dalam konteks keberagaman dan kebangsaan.

Kemudian, setiap kelompok mempresentasikan berbagai keresahan yang melanda di Maluku, khususnya di Ambon yang punya sejarah konfliknya tersendiri, mulai dari keresahan akan pola pikir anak-anak hingga permasalahan kesenjangan pendidikan, ekonomi serta keadilan sosial yang tak merata.

Dari permasalahan dan keresahan, peserta lanjut menawarkan berbagai solusi berupa potensi lokal yang penting dan bisa ditindaklanjuti untuk mengatasi berbagai keresahan tadi, seperti Pela Gandong (perkuat persaudaraan) dengan memperbanyak bakudapa (bertemu), tegur sapa dan bacarita (bercerita).

"Ada semangat kebersamaan yang dibangun melalui dialog lintas tema, lintas komunitas serta lintas iman, baik untuk dewasa, remaja maupun anak-anak usia dini. Di sini bisa dirasakan bahwa Pancasila sangat bisa dijadikan sebagai acuan utama untuk mendukung potensi perdamaian," papa Koordinator Program KBI Anick HT dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com.

Anick juga menjelaskan, pelatihan Juru Bicara Pancasila mempertemukan kaum muda lintas agama dalam satu atap  untuk merekatkan dan menjembatani anak-anak muda serta generasi milenial dengan latar belakang yang beragam untuk berinteraksi dan memperbincangkan keberagaman.

Semangat Pancasila itu ditunjukan oleh Lintje, salah seorang peserta pelatihan yang berasal dari Pulau Seram dan juga perwakilan Komunitas Inauritetu. Ia meerangkan,  Pancasila itu seperti air yang bisa memadamkan api. Kalau kegiatan seperti pelatihan Juru Bicara Pancasila ini banyak dilakukan, nilai-nilai Pancasila kita amalkan dan sebarkan maka bisa memadamkan api-api kebencian dari paham lain yang ingin mengganti Pancasila.

Diskusi reflektif terkait keresahan dan potensi ini semakin menyulut semangat dan menambah kesadaran para peserta untuk sama-sama memperjuangkan Pancasila sebagai pegangan bersama bangsa ini.

Pelatihan jubir Pancasila serupa juga sedang dilangsungkan secara paralel di Palangka Raya, Kalimantan Tengah hingga Senin, 1 Oktober besok. Pelatihan ini akan terus berlanjut setiap minggu di kota di 24 provinsi lainnya.

Selaln itu, para peserta juga diajarkan cara menulis yang dipimpin oleh pemateri Fahd Pahdepie. Karena itu, selain untuk menunjukkan eksistensi diri dan mengungkapkan gagasan.

“Kemampuan menulis juga menjadi sangat penting bagi seorang juru bicara Pancasila sehingga bisa menyeimbangkan narasi-narasi negatif yang berseliweran di medsos,” papar Fahd.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up