JawaPos Radar

5.376 Hektare Lahan di Riau Hangus Dilalap Si Jago Merah

30/09/2018, 12:00 WIB | Editor: Budi Warsito
5.376 Hektare Lahan di Riau Hangus Dilalap Si Jago Merah
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau yang diambil oleh Satgas Karhutla dari udara, awal pekan ini. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Seluas 5.376 hektare lahan di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Riau telah hangus dilalap si jago merah. Jumlah ini, terhitung sejak 14 Januari hingga 27 Oktober 2018.

Adapun lahan yang paling luas terbakar adalah, di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), totalnya ada 1.985,35 hektare yang hangus. Kemudian Kepulauan Meranti dengan luas 958,56 hektare.

Selanjutnya Kabupaten Bengkalis dengan 575,95 hektare; Kota Dumai 512,25 hektare,;Inhu 436 hektare; Inhil 240,5 hektare; Pelalawan 236 hektare; Siak 155,75 hektare; Kampar 126,5 hektare; Rohul 97 hektare dan Pekanbaru 52,6 hektare.

5.376 Hektare Lahan di Riau Hangus Dilalap Si Jago Merah
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau yang diambil oleh Satgas Karhutla dari udara, awal pekan ini. (Istimewa)

Plt Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim menyebut, saat ini Pemprov Riau masih menetapkan status siaga darurat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, ia meminta agar Satuan Tugas (Satgas) Karhutla dapat memaksimalkan upaya pencegahan maupun penanggulangan.

"Status sekarang kan masih siaga darurat, belum diturunkan. Jadi tetap maksimal penanganan di lapangan," katanya Mingu (30/9).

Meski begitu, ia mengapresiasi kinerja Satgas Karhutla yang dipimpin oleh Kalaksa BPBD Riau, Edwar Sanger. Sebab, Satgas Karhutla telah rutin melakukan pemantauan menggunakan helikopter.

"Kemarin pas saya ke Rohil juga bersama Pak Edwar, sempat memantau kebakaran di lapangan. Masih terus dilakukan upaya penanggulangan," ujarnya.

Wan Thamrin Hasyim mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada satgas karhutla bersama Edwar Sanger di lapangan. Dia juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran saat musim kering saat ini.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger mengakui, saat ini ada beberapa titik kebakaran hutan di Riau.

Terutama di wilayah pesisir Riau. Yakni Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kepulauan Meranti. Untuk pemadaman, tim satgas udara sudah mengerahkan tiga helikopter water bombing untuk pemadaman di udara.

"Kami telah mengerahkan tiga helikopter water bombing untuk pemadaman udara," ujarnya.

Tiga helikopter water bombing itu kata dia, yakni dua unit jenis Kamov, dan satu unit Bell 214. Helikopter Kamov merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sedangkan helikopter jenis Bell 214, bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Tak hanya itu, tim satgas darat juga tengah berjibaku melakukan pemadaman. Baik itu dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat serta relawan lainnya. "Semua sedang melakukan pemadaman di lokasi. Semoga kebakaran hutan dan lahan dapat segera diatasi," ujar Sanger.

Titik api tempat dilakukan pemadaman itu yakni, di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Kuala Cenaku, Inhu. Di sini, ada 30 hektare lahan yang terbakar. Saat ini pemadaman masih terus berlangsung.

Kemudian, Desa Repan, Kecamatan Rangsang, Kabupatem Kepulauan Meranti. Di sini, tim melakukan pemadaman serta pendinginan. Selanjutnya di Desa Bayas, Kecamatan Kempas, Indragiri Hilir. Ada 175 hektare lahan yang terbakar. Pemadaman di lokasi ini sudah berlangsung selama dua hari, dan saat ini dilakukan pendinginan.

Selanjutnya di Desa Pekan Tua, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir. Di titik ini, awalnya yang terbakar hanya 20 hektare, kini meluas menjadi 75 hektare. Di Desa Sakaya, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, juga terbakar seluas 30 hektare.

Ada juga kebakaran lahan di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Telimpung, Kabupaten Indragiri Hulu. Di lokasi ini, sudah dilakukan upaya pemadaman selama dua hari.

Edwar Sanger menjelaskan, rata-rata lahan yang terbakar tersebut berada di kawasan gambut. Tingkat kebakarannya tinggi.

"Tingkat kemudahan terjadinya kebakaran di wilayah Riau pada umumnya berada dalam kategori aman. Diperkirakan di sebagian kecil wilayah Riau bagian timur, tengah dan sebagian kecil utara berada dalam kategori mudah sampai sangat mudah terbakar," pungkasnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up