JawaPos Radar

Diskes Riau Gandeng Berbagai Pihak Agar Imunisasi MR Capai Target

30/09/2018, 11:35 WIB | Editor: Budi Warsito
Diskes Riau Gandeng Berbagai Pihak Agar Imunisasi MR Capai Target
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir. (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Dinas Kesehatan Provinsi Riau terus berupaya agar imunasi Measles dan Rubella (MR) dapat menyasar ke 95 persen anak di Riau. Salah satunya upaya yang dilakukan untuk mencapai hak itu, Dinkes Riau menggandeng pihak terkait untuk mensosialisasikan betapa pentingnya mengikuti imunisasi ini.

"Kita tetap berupaya agar program ini berjalan, dengan mensosialisasikan kembali kepada masyarakat melalui media cetak, elektronik dengan dialog interaktif tentang dampak yang diakibatkan bila tertular virus campak dan Rubella," ujar Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Nazir, Minggu (30/9).

Terlebih lagi, Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan pernyataan akan memperpanjang program pemberian imunisasi MR tersebut hingga 31 Oktober mendatang. Tentunya, dengan penambahan waktu ini, Mimi optimis Riau dapat mencapai target meskipun termasuk provinsi kedua terendah pemberian imunisasi tersebut.

Diskes Riau Gandeng Berbagai Pihak Agar Imunisasi MR Capai Target
Vaksinasi MR rendah didelapan daerah (Rofiah Darajat/JawaPos.com)

"Kita juga turun ke kabupaten kota. Terutama yang capaiannya terendah untuk mengadvokasi kepala daerah untuk mendukung pelaksanaan imunisasi MR," sebutnya.

Selain itu, pihaknya juga mengajak komunitas Anakku Sayang yang anggotanya merupakan ibu-ibu yang terkena Congenital Rubella syndrom (CRS). "Tujuannya untuk memberikan testimoni atau menceritakan apa yang mereka alami sehingga melahirkan anak yang tuli, katarak, katup jantung yang tidak sempurna dan lainnya serta mensosialisasikan perlunya imunisasi MR," sebutnya.

Dengan menggandeng komunitas ini, Diskes Riau berharap masyarakat lebih sadar lagi tentang bahaya terjangkit virus MR. Sebab, sudah ada bukti nyata yang menampakkan betapa sengsaranya mereka yang terkena virus ini.

"Diharapkan dapat menyentuh hati dan membuka mata masyarakat tentang perlunya anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun untuk diberikan imunisasi MR. Dengan harapan anak-anak bangsa ke depannya sehat dan produktif dan eliminasi campak dan pengendalian Rubella dapat kita capai di 2020," ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan data program imunisasi MR di Riau, Kamis (27/9) lalu, sudah 28,7 persen yang mengikuti program ini. Angka tersebut jauh dari target yang hendak dicapai, yaitu sebesar 95 persen atau 1.955.658 jumlah anak yang berusia sembilan bulan sampai dengan di bawah usia 15 tahun. Ini tersebar di 12 kabupaten/kota di Riau.

Namun ternyata, hal itu belum mencapai target. Padahal, seharunya hingga akhir September ini imunasi MR tersebut sudah menyasar ke 60 persen dari jumlah anak tersebut.

Perpanjangan program imunisasi MR ini tertuang dalam surat edaran yang disampaikan oleh Menkes dengan Nomor : SR.02.06/Menkes/573/2018 tentang Waktu Pelaksanaan Kampanye Imunis-asi Measles Rubella (MR) Fase II tertanggal 20 September 2018.

Isinya, menindaklanjuti surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/45/2017 tanggal 31 Januari 2017 tentang Pelaksanaan Kampanye dan Introduksi Measles Rubella di Indonesia. kami sampaikan
bahwa, pertama capaian sampai dengan tanggal 20 September 2018 secara nasional adalah 48.8 persen.

Kedua, sesuai dengan masukan Indonesia Technical Advisory Group for Immunization (ITAGI) cakupan imunisasi yang diyakini mampu memberikan kekebalan kepada masyarakat dan mampu memutus rantai penularan adalah minimal 95% dari sasaran yang ada disetiap wilayah epidemiologis dan atau administrasi
pemerintahan.

Ketiga, tantangan dan permasalahan dalam pelaksanaan introduksi dan kampanye MR fase belum semuanya dapat diselesaikan secara tuntas; sehingga pencapainnya kurang optimal di beberapa daerah.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up