JawaPos Radar

Sulitnya Menembus Palu dan Donggala Setelah Gempa 7,4 SR

Relawan ACT Naik Hercules dari Makassar

30/09/2018, 11:29 WIB | Editor: Ilham Safutra
Sulitnya Menembus Palu dan Donggala Setelah Gempa 7,4 SR
Relawan ACT saat akan bertolak ke Palu dari Bandara Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Minggu (30/9). (ACT for JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Jumat sore (28/9) Kabupaten Donggala diguncang gempa 7,4 SR. Akibat bencana alam itu, Kota Palu pun dilanda gelombang tsunami. Sontak malam itu juga tanah air berduka. Masyarakat berupaya mencari informasi dan kabar tentang sanak keluarga mereka. Namun komunikasi terputus. Semua akses komunikasi, transportasi, dan fasilitas publik lainnya nyaris lumpuh.

Sejumlah relawan dari daerah lain pun berupaya bergerak memberikan bantuan tenaga. Hanya saja upaya menuju ke dua daerah itu terkandala akses yang terputus. Bahkan sejumah relawan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berusaha mencari alternatif untuk menembus lokasi yang menelan ratusan jiwa itu.

Sempat terpikir untuk menembus Palu dan Donggala lewat Gorontalo, namun pilihan itu sangat sulit. Sebab, sejumlah jalan alami keretakan dan putus. Bahkan sampai Sabtu (29/9) malam dapat dikatakan hampir mustahil untuk bisa tiba kedua daerah teesebut menggunakan kendaraan roda empat.

Kepanikan warga sesaat setelah gempa dan tsunami melanda Donggala dan Palu. (Relawan for ACT)

Titik terang didapatkan, Minggu (30/9) pagi Bandara Sis Mutiara Al Jufri Kota Palu dinyatakan untuk pesawat Hercules. Lantas tim ACT pun mengerahkan relawan untuk bergerak dari Bandara Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Manifes penumpang sudah terdaftar. Kami berangkat langsung menuju Kota Palu menggunakan Hercules TNI AU Ahad (30/9) pagi. Kami membawa 24 orang relawan ACT Sulsel,” ujar Kepala Cabang ACT Sulsel Syahrul Mubaraq dalam keterangan persnya yang diterima JawaPos.com, Minggu (30/9).

Syahrul Mubaraq pun langsung memimpin timnya terbang ke Palu. Rombongan relawan ACT yang terbang ke Palu berkualifikasi search and rescue (SAR).

“Tim terbaik kloter pertama dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) ACT Sulsel, Minggu pagi terbang langsung menuju Palu. 23 orang dengan kualifikasi SAR, 1 orang dengan kualifikasi medis,” ungkap Syahrul sesaat sebelum lepas landas.

Tiba di lokasi setelah sejam perjalanan udara dari Makassar, puluhan relawan ACT Sulsel akan berfokus di Kota Palu.

"Kami akan mengambil tindakan cepat untuk melanjutkan evakuasi korban di bawah runtuhan gempa, juga menyisir pesisir pantai Palu mencari kemungkinan korban tambahan akibat gelombang tsunami,” ujarnya.

Di Palu, Tim ACT Sulsel juga akan mencari titik-titik untuk membuka posko kemanusiaan. Di samping dari Sulsel, relawan ACT dari daerah lain juga ikut bergerak. Di antaranya dari Gorontalo. Mereka sudah tiba di area Kebun Kopi, Parigi Moutong, Minggu (30/9) pagi.

“Sekitar dua jam perjalanan lagi Insya Allah tiba di Kota Palu," Lukman Solehuddin, Tim Emergency Response ACT yang bergerak dari Gorontalo.

Lukman menyebut, Jalan yang longsor dan terputus di Parigi Moutong mulai diperbaiki. Di sana sudah tidak terjadi antrean kendaraan hingga minggu pagi. "Semoga jalur Parigi-Palu bisa benar-benar dilewati. Mohon doanya,” tandasnya.

(iil/JPC)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 30/09/2018, 11:29 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 30/09/2018, 11:29 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 30/09/2018, 11:29 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 30/09/2018, 11:29 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 30/09/2018, 11:29 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 30/09/2018, 11:29 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 30/09/2018, 11:29 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up