JawaPos Radar

Kata Danilla Riyadi Soal Daramuda Project

30/09/2018, 11:00 WIB | Editor: Deti Mega Purnamasari
Kata Danilla Riyadi Soal Daramuda Project
Danilla Riyadi (Instagram/danillariyadi)
Share this image

JawaPos.com - Tiga orang penyanyi cantik, muda, dan berbakat mencoba keluar dari zona nyaman mereka dengan berinisiatif mengkompilasikan karya. Terbentuklah Daramuda Project yang dijalani dengan santai dan ekspektasi rendah.

"Daramuda Project itu sebetulnya tidak sengaja terbentuk, sebelumnya kami nggak saling kenal, ya tahu sekilas-sekilas lewat karya aja, kebetulan waktu itu kami bertemu di panggung, ngobrol-ngobrol akhirnya ya gitu," kata Danilla di sela peluncuran video klip 'Dari Sebuah Mimpi Buruk' di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Seiring berjalannya waktu, menurut Danilla, mereka jadi saling mengenal karakter masing-masing. Sebut saja Rara Sekar -yang dikenal lewat Banda Neira- lebih sering melagukan tentang hubungan antar manusia, kemudian Sandrayati Fay yang melagukan tentang alam, khususnya yang dia rasakan sebagai musisi indie dari Bali.

"Sebetulnya kami itu unik dengan karakter masing-masing, Rara concern sekali sama manusia dan sosialnya
Sandra itu lebih ke bumi dan lingkungan, kalau aku lebih ke hewan dan lainnya," cerita Danilla.

Daramuda adalah sebuah proyek kolektif yang melibatkan tiga orang penyanyi sekaligus; Rara Sekar, Danilla Riyadi dan Sandrayati Fay. Masing-masing sudah punya rekam jejak di industri musik Indonesia melalui jalur indie. Tidak serupa, tapi berjalan beriringan dan menggaungkan namanya lewat jalur bawah.

Rara Sekar dikenal luas dengan kontribusi melalui suaranya di Banda Neira bersama partner-nya Ananda Badudu yang bersemayam abadi di sanubari banyak pendengar musik. Sayangnya, dia telah semena-mena membunuh band itu, beruntung karya tidak akan pernah mati. Danilla Riyadi sendiri baru saja merilis video klip single terbarunya, juga sibuk promo album Lintasan Waktu, dan menjadi salah satu penyanyi paling sibuk di Indonesia belakangan ini dari satu panggung off air ke panggung off air lain. Sementara Sandrayati Fay, menjadi yang paling bontot; dia sedang bergerilya menyebarluaskan musiknya setelah merilis Bahasa Hati EP, debut album ‘resmi’nya tahun lalu.

Oleh karenanya, Daramuda Project lebih aktif menyuarakan eksistensinya melalui media sosial instagram @daramudaproject.
Bahkan, untuk latihan bersama, Danilla dan kedua rekannya mengandalkan teknologi video call.

"Bagi waktunya kami juga bingung, Sandra kan di Bali, Rara juga punya project foto-foto apa itu lupa, jadi kalau kita ada karya, ide, biasanya itu kita obrolin di grup, atau video call," papar dara asal Bandung itu.

Danilla juga membagikan pengalaman pertama Daramuda Project tampil di Folkmusic Festival di Batu, Malang Agustus lalu.

"Pertama manggung di folkmusic festival kita kosongin di hari ketja untuk workshop dan lain-lain, tapi memang bagi waktunya susah sekali, makanya jarang manggung," tuturnya.

Namun, hal tersebut tidak menghalangi Danilla, Rara Sekar, dan Sandrayati Fay berkarya. Kecanggihan teknologi menolong mereka menelurkan buah karya dari kegelisahan ketiganya.

"Tapi setidaknya keluar dalam bentuk audio dan digital (Daramuda Project)," pungkasnya.

(yln/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up