JawaPos Radar

Liga 1 2018

Manajer Klub Liga 1 Minta Kuota 5 Persen Segera Diberlakukan

30/09/2018, 10:59 WIB | Editor: Agustinus Edy Pramana
Arema FC, Liga 1 2018, Kuota 5 Persen, Iwan Budianto, PSSI
Iwan Budianto mengaku senang para manajer klub Liga 1 sepakat untuk kuota 5 persen (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Manajer 18 tim Liga 1 2018 sudah memberikan rekomendasi kepada PSSI agar memberlakukan kuota lima persen dalam pertandingan. Artinya, saat ada pertandingan, tim tuan rumah memberikan kuota lima persen dari total kapasitas penonton untuk tim lawan.

Terkait hal itu, Kepala Staf Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, mengaku senang. Dia menilai apa yang dilakukan dan disarankan oleh petinggi klub dalam ikrar 'Rivalitas Tanpa Membunuh' merupakan poin positif bagi sepak bola Indonesia.

"Kami berharap, semoga ini yang terakhir," katanya dengan nada penuh harap.

Dia menjelaskan, para manaker tim sudah berkumpul untuk membahas itu. Bahkan dirumuskan dan hasilnya akan diberikan kepada PSSI.

Laki-laki yang juga CEO Arema FC ini juga menegaskan, PSSI akan mendukung langkah dari para petinggi klub. Mereka, katanya lagi, akan berkerja sama dengan kepolisian, pemerintah, dan kementerian untuk memuluskan langkah baru tersebut.

"Memang lebih mahal biayanya, tapi tidak masalah. Cara ini dilakukan untuk cegah kekerasan," katanya.

Iwan menegaskan, jika memang harus ada regulasi ini, maka PSSI akan segera merumuskan. Kemungkinan tidak diterapkan dalam waktu dekat.

"Tapi di kompetisi yang akan datang. Jika memang harus ada regulasi semacam itu, akan kami buatkan," tegasnya.

Pemberian kuota lima persen itu katanya efektif untuk mencegah kekerasan. Menurutnya, rivalitas itu terjadi di mana saja. Bahkan di luar negeri juga ada rivalitas. Hanya saja dalam bentuk lain. Yakni adu kreativitas dan koreografi untuk mendukung tim mereka.

"Jika ada tim yang bertanding tanpa memberikan kuota, lantas kreativitas penonton ini ditunjukkan ke mana? Ya jadinya kekerasan dan sebagainya," tandas IB, sapaan akrab Iwan Budianto.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up