JawaPos Radar | Iklan Jitu

Palu dan Donggala Masih Terisolasi, 384 Orang Meninggal

Angka Korban Terus Bertambah

30 September 2018, 10:49:53 WIB
Palu dan Donggala Masih Terisolasi, 384 Orang Meninggal
Mobil menumpuk di Pantai Talise, Palu, pascatsunami menerjang. (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Lebih dari 24 jam setelah gempa yang melanda Donggala dan Kota Palu, upaya evakuasi terus dilakukan. Hanya saja kedua daerah itu masih sulit ditembus karena masih terisolasi.

Akibat bencana alam ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sudah 384 orang meninggal dan 540 luka-luka. Diperkirakan itu angka itu terus bertambah seiring dalam proses pencarian yang dilakukan oleh petugas gabungan dan relawan.

Fokus BNPB saat ini masih penyelamatan dan pencarian korban. Untuk Donggala, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, belum ada data yang bisa dirilis. Kota itu hingga kemarin masih terisolasi. "Kerusakan di Donggala belum terdata karena komunikasi terputus sama sekali dan daerah itu belum bisa dijangkau. Listrik di sana mati total," kata Sutopo.

Palu dan Donggala Masih Terisolasi, 384 Orang Meninggal
Kerusakan di Kota Palu pascatsunami (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)

Kondisi di Donggala diperkirakan lebih parah daripada Palu. Sebab, pusat gempa di Donggala. Medannya juga lebih berat karena berbukit-bukit. Belum jelas upaya pemerintah untuk menjangkau wilayah tersebut.

Untuk penanganan korban luka-luka di Palu, sebagian dilakukan di halaman RS Bayangkara. Padamnya listrik membuat pihak rumah sakit tidak memasukkan pasien ke dalam gedung.

Pantauan Jawa Pos pukul 20.35 Wita, suasana rumah sakit gelap gulita. Penerangan hanya berasal dari lampu mobil ambulans yang terus dinyalakan untuk menyoroti halaman rumah sakit. Beberapa keluarga pasien yang tidak kebagian penerangan melakukan inisiatif dengan menyalakan lampu senter HP.

"Dua puluh pasien, seluruhnya dirawat di luar gedung," papar Rikawati, seorang perawat. Rika mengatakan, seluruh pasien sudah dirawat. Khususnya yang mengalami luka terbuka. Adapun untuk yang luka patah tulang, petugas belum bisa memberikan pertolongan lebih lanjut. "Untuk operasi, kami harus rujuk ke RSUD Undata," terangnya. Namun, rujukan belum bisa dilakukan lantaran kondisi RSUD Undata yang juga masih padam.

Saat ini RS Bhayangkara masih membutuhkan makanan untuk pasien. Sebab, sejak insiden gempa yang disertai tsunami terjadi, pasien belum mendapat makanan yang layak. Dapur RS juga belum bisa beroperasi karena jaringan listrik yang lumpuh. Kekurangan makanan itu juga disampaikan Rahmi, 41, seorang pasien. Sejak dirawat pada 29 September, dia belum mendapat makanan dari rumah sakit. "Hanya dikasih minum," jelasnya.

Kondisi serupa terjadi RS terbesar di Kota Palu, RSUD Undata. Hingga pukul 21.54, ada sekitar 180 pasien yang dirawat di tenda milik BNPB. Ada yang dirawat dengan menggunakan tempat tidur lengkap. Ada pula pasien yang dirawat beralas tanah.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Undata Amsyar Praja mengatakan, saat ini rumah sakit masih sangat membutuhkan makanan, air, dan pasokan listrik. Sejak Sabtu dini hari, genset listrik rumah sakit sudah kehabisan solar. Di sisi lain, pasokan BBM di SPBU di Kota Palu mulai langka.

Selain kekurangan makanan, stok obat cair dan peredam nyeri juga semakin berkurang. Pasalnya, pasien hingga kemarin terus berdatangan dari berbagai wilayah. "Untuk obat, kami harap segera ada bantuan," jelasnya. Total korban meninggal di RSUD Undata mencapai 200 orang.

Karena terbatasnya makanan di Palu, para pengungsi secara bertahap dibawa ke Makassar dengan menggunakan pesawat Hercules milik TNI-AU. Ratusan pengungsi dari Sulteng itu tiba di Lanud Hasanuddin, Makassar, sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Mereka didominasi perempuan dan anak-anak. Selain warga Palu, beberapa di antaranya merupakan wisatawan dan atlet yang mengikuti agenda olahraga tingkat provinsi di Sulteng.

Pemerintah berupaya membuka akses transportasi ke Palu yang sempat lumpuh. Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, kembali beroperasi kemarin (29/6) pukul 11.57 Wita. Namun, pembukaan bandara itu bukan untuk penerbangan komersial, melainkan untuk penerbangan darurat, SAR, dan bantuan kemanusiaan. Keputusan tersebut diambil setelah ada rapat koordinasi yang dilakukan stakeholder penerbangan di Palu.

"Hasil pengamatan di lapangan, terdapat retakan di salah satu ujung runway sepanjang 250 meter," ujar Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto. Bandara Mutiara Sis Al Jufri memiliki runway sepanjang 2.250 meter. Dengan demikian, landasan yang masih bisa digunakan sepanjang 2.000 meter.

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (elo/syn/lyn/aru/c10/tom)

Alur Cerita Berita

Korban Gempa Sulteng Mulai Tinggalkan Pengungsian 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Napi Lapas Palu Serahkan Diri ke Rutan Solo 30 September 2018, 10:49:53 WIB
RSU UMM Kirim Empat Tenaga Medis ke Donggala 30 September 2018, 10:49:53 WIB
1.200 KK Korban Gempa Sulteng Akan Tempati Huntara 30 September 2018, 10:49:53 WIB
PMI Dirikan Klinik Lapangan di Donggala 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Pencarian Korban Gempa Sulteng Dihentikan 30 September 2018, 10:49:53 WIB
PMI Sulteng Target Bangun Dua Instalasi Air Bersih 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Korban Tewas Gempa Sulteng Capai 2.037 Orang 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Pemprov Sulteng Bantah Hilangnya Aset Bappeda Palu 30 September 2018, 10:49:53 WIB
3 Daerah di Sulteng bakal Dibangun Monumen Gempa 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Usai Gempa Sulteng, Polri Aktifkan Layanan 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 30 September 2018, 10:49:53 WIB
UNS Siap Tampung Mahasiswa Korban Gempa Sulteng 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 30 September 2018, 10:49:53 WIB
73 Pengungsi Asal Palu Tiba di Malang 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Penyebar Hoax Soal Gempa Sulteng Ditangkap 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Membantu Sesama, Pedagang di Palu Tak Naikkan Harga 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Gempa Sulteng, Pemprov Jateng Kirim 100 Relawan 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Polres Malang Kota Galang Dana Setiap Apel Pagi 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Pemprov Sumsel Akan Sumbang Beras ke Sulteng 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Elite Partai-DPR Minta Pemerintah Pangkas Birokrasi 30 September 2018, 10:49:53 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 30 September 2018, 10:49:53 WIB
IPI Harap Masyarakat Sulteng Bangkit Dari Kesedihan 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Gempa Sulteng, Jateng Siap Kirimkan Tenaga Medis 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Alasan Korban Gempa Sulteng Menjarah Minimarket 30 September 2018, 10:49:53 WIB
BNPB: 224 Gempa Susulan Terjadi di Sulawesi Tengah 30 September 2018, 10:49:53 WIB
DPR Wacanakan Tambah Anggaran BMKG, Ini Alasannya 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Bulog Kirim 5 Ton Daging ke Palu dan Donggala 30 September 2018, 10:49:53 WIB
800 Kg Rendang untuk Korban Gempa Sulteng 30 September 2018, 10:49:53 WIB
UAS Pimpin Salat Gaib untuk Korban Gempa Sulteng 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Tangani Gempa Sulteng, Diperlukan Triliunan Dana 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Tenda Robek, Logistik Menipis, Dapur Umum Belum Ada 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Jumlah Pengungsi di Kota Palu Capai 16.723 Orang 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Tsunami Sulteng Tingginya Mencapai 6 Meter 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Korban Gempa Palu: Tolong Doakan Kami! 30 September 2018, 10:49:53 WIB
BNPB: Mayoritas Gempa Terjadi Saat Akhir Pekan 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Runway Retak 250 Meter, Bandara Palu Kembali Dibuka 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Tsunami di Palu Disebabkan Karena Dua Faktor 30 September 2018, 10:49:53 WIB
BNPB: Jalur Darat Palu ke Poso Lumpuh 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Takut Gempa Susulan, Warga Palu Tidur di Jalanan 30 September 2018, 10:49:53 WIB
48 Korban Meninggal Dunia Gempa Sulteng 30 September 2018, 10:49:53 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Jokowi Terus Pantau Gempa dan Tsunami di Sulteng 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Gempa Donggala Disebabkan Aktifitas Sesar Palu Koro 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Keluarga Sandi Sute Jadi Korban Gempa di Sulawesi 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Gempa Susulan Masih Terjadi di Donggala 30 September 2018, 10:49:53 WIB
BMKG Cabut Status Potensi Tsunami Gempa Donggala 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Gempa Donggala, 1 Warga Meninggal Dunia 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Gempa 5,9 SR Guncang Donggala, Warga Berhamburan 30 September 2018, 10:49:53 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up