JawaPos Radar

Proses Sidang di Pengadilan Masih Jadi Kendala Penerapan e-TLE

30/09/2018, 10:25 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Proses Sidang di Pengadilan Masih Jadi Kendala Penerapan e-TLE
Ilustrasi ETLE yang akan diterapkan di Jakarta padaa 1 Oktober 2018 (Kokoh Prabawa/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Penerapan electronic traffic law enforcement (e-TLE) akan dilakukan pada Oktober 2018. Namun, beberapa kendala masih dihadapi oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf menjelaskan proses tilang dengan tangkapan kamera CCTV masih jadi kendala. Sebab, persidangan pelanggaran hukum masih melalui sidang di pengadilan.

Yusuf mengatakan proses tilang memang berbeda dengan sistem tilang elektronik. Maka, pihaknya tengah mengupayakan supaya tidak lagi terjadi persidangan bagi pelanggar. Kamera yang disediakan dari Tiongkok itulah yang nantinya akan bekerja untuk menangkap gambar pelanggar lalu lintas di jalan.

Proses Sidang di Pengadilan Masih Jadi Kendala Penerapan e-TLE
Ilustrasi ETLE yang akan diterapkan di Jakarta pada 1 Oktober 2018 (Kokoh Prabawa/ JawaPos.com)

"Kameranya sendiri yang meng-capture bukan kita mengendalikan lalu capture itu, tidak. Kemudian dari capture itu kan di-print out sama take office TMC PMJ, kemudian diverifikasi lagi, foto-foto ini masuk dalam kategori pelanggaran lalin atau tidak," ujar Yusuf beberapa hari lalu.

"Kalau memenuhi, berarti nanti dikeluarkan konfirmasi kepada nomor polisi tersebut sesuai dengan alamat pemilik dari STNK," tambah diam

Dia mengatakan karena yang bekerja merupakan kamera CCTV maka tidak ada lagi penahanan SIM atau STNK di lokasi tilang. Pengendara yang ditilang pun harus membayarkan denda tilang paling lambat tujuh hari setelah peristiwa itu.

Jika tujuh hari pengendara tidak membayar denda, maka STNK akan diblokir. "Kemudian nanti pada saat mereka membayar pajak, membayar pengesahan itu ya jadi mereka mau tidak mau harus buka blokir. Kalau buka blokir kan harus bayar tilang dulu," tuturnya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu sikap dari MA agar pelanggar sistem E-TLE tidak perlu melalui proses sidang. "Masih proses itu, kita masih proses. Bukan masalah denda, tapi masalah untuk pelanggar itu kalau sudah membayar denda tidak perlu disidang lagi," ucapnya.

(ce1/wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up