JawaPos Radar | Iklan Jitu

Mengenang Keberanian Anthonius Gunawan Memandu Lalu Lintas Udara Palu

Lompat dari Lantai 4 setelah Pesawat Airbone

30 September 2018, 10:25:03 WIB
Mengenang Keberanian Anthonius Gunawan Memandu Lalu Lintas Udara Palu
Anthonius Gunawan Agung (Istimewa)
Share this

Gara-gara melompat dari lantai 4 menara ATC Bandara Palu, Anthonius Gunawan Agung mengalami luka dalam. Dia meninggal dalam perjalanan dengan heli saat akan dirujuk ke Balikpapan. AirNav memberinya penghargaan kenaikan pangkat dua tingkat.

---

PADA detik-detik genting Jumat (28/9) sore lalu itu, ketika gempa mengguncang, Anthonius Gunawan Agung bergeming. Petugas pemandu lalu lintas udara itu tetap bertahan di menara ATC (air traffic control) Bandara Mutiara Al Jufri, Palu.

Padahal, getaran akibat gempa 7,7 skala Richter tersebut begitu terasa.

Personel ATC lain yang sedang tidak bertugas bergegas turun. "Ketika itu beliau telah memberikan clearance kepada Batik saat gempa terjadi," kata Manajer Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait kemarin (29/9).

Batik yang dimaksud adalah pesawat Batik Air ID 6231. Dengan destinasi ke Makassar. "Beliau belum dapat turun karena pesawat belum take off. Beliau menunggu pesawat Batik hingga airborne," ungkapnya.

Di grup-grup percakapan beredar rekaman komunikasi antara Agung dan Kapten Ricosetta Mafella yang berada di balik kokpit Batik Air ID 6231. Yang ditulis Birgaldo Sinaga. Yang isinya sudah dikonfirmasi Yohanes. "Pilot Batik Air ID 6231. Allowed to take off. Copy," ucap Agung dari menara ATC seperti terkutip dalam rekaman tersebut.

"Copy. Crew attendant. Air flight ready to take off," ucap sang pilot. Pesawat Batik Air itu mulai bergerak perlahan, lalu melaju semakin kencang. "Safe flight Batik Air. Take care," ujar Agung mengantarkan sang burung besi mengudara. Airborne adalah kondisi ketika roda pesawat telah masuk. Yang berarti pesawat sudah sepenuhnya take off.

Malangnya, pada Jumat sore lalu itu, setelah pesawat airborne, getaran gempa semakin kuat. Agung yang berada di lantai 4 tower ATC memutuskan untuk melompat dari kabin tower yang roboh tersebut.

Akibatnya, pria 22 tahun itu mengalami luka dalam dan patah kaki. Personel AirNav lainnya lalu membawa Agung ke rumah sakit. Tapi, karena kondisinya parah, dia harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap di Balikpapan.

Sempat sehari dirawat di rumah sakit, Agung kemarin harus dirujuk ke rumah sakit di Balikpapan. Dari hasil rontgen, ada luka dalam yang dideritanya.

Akses ke Palu memang baru bisa ditembus kemarin pasca AirNav mengeluarkan notam penutupan bandara akibat kerusakan runway. Sayangnya, laki-laki yg akan ulang tahun ke-22 pada 24 Oktober nanti harus meregang nyawa di atas heli. Dalam perjalanan ke Balikpapan.

"AirNav berupaya mendatangkan helikopter dari Balikpapan. Namun, karena kondisi bandara, helikopter baru dapat diterbangkan pagi ini (kemarin pagi)," tutur Yohanes kemarin.

Agung belum genap setahun bergabung bersama AirNav. Baru 4 Desember nanti tepat satu warsa.

Sebagai staf baru, Agung dikenal sebagai pegawai yang rajin. Tekanan kerja yang tinggi sebagai air traffic controller tak pernah membuatnya mengeluh. "Memang penempatan awal di cabang Palu," ungkap Yohanes.

Tugas di tahun pertamanya dijalani di tower ATC. Di tower tersebut dia memandu pesawat yang akan landing ataupun take off. Termasuk menunjukkan tempat parkir di bandara.

Direktur AirNav Indonesia Novie Riyanto kemarin telah berada di Makassar untuk menyambut kedatangan jenazah dari Palu. AirNav memang mengadakan upacara penyerahan jenazah kepada keluarga Agung di Makassar.

"Almarhum Agung telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam memberikan pelayanan untuk mewujudkan keselamatan penerbangan," kata Novie.

Karena itu, lanjut Novie, pihaknya akan memberikan penghargaan kepada almarhum dengan menaikkan pangkatnya dua tingkat. "Serta bentuk apresiasi lainnya kepada keluarga yang ditinggalkan," ungkapnya.

Kedua orang tua almarhum memang berdomisili di Papua. Namun, banyak keluarga besar Agung yang tinggal di Makassar. Karena itulah, almarhum Agung akan dimakamkan di Makassar.

Kemarin Jawa Pos mencoba menghubungi pilot Batik Air ID 6231 melalui Ketua Umum Ikatan Pilot Indonesia Rama Noya. Namun, pilot bersangkutan menolak memberikan keterangan. "Sori, sepertinya dia tidak mau diekspos," kata Rama kemarin. 

Editor           : Dhimas Ginanjar
Reporter      : (*/c9/ttg)

Alur Cerita Berita

Korban Gempa Sulteng Mulai Tinggalkan Pengungsian 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Napi Lapas Palu Serahkan Diri ke Rutan Solo 30 September 2018, 10:25:03 WIB
RSU UMM Kirim Empat Tenaga Medis ke Donggala 30 September 2018, 10:25:03 WIB
1.200 KK Korban Gempa Sulteng Akan Tempati Huntara 30 September 2018, 10:25:03 WIB
PMI Dirikan Klinik Lapangan di Donggala 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Pencarian Korban Gempa Sulteng Dihentikan 30 September 2018, 10:25:03 WIB
PMI Sulteng Target Bangun Dua Instalasi Air Bersih 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Korban Tewas Gempa Sulteng Capai 2.037 Orang 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Pemprov Sulteng Bantah Hilangnya Aset Bappeda Palu 30 September 2018, 10:25:03 WIB
3 Daerah di Sulteng bakal Dibangun Monumen Gempa 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Usai Gempa Sulteng, Polri Aktifkan Layanan 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 30 September 2018, 10:25:03 WIB
UNS Siap Tampung Mahasiswa Korban Gempa Sulteng 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 30 September 2018, 10:25:03 WIB
73 Pengungsi Asal Palu Tiba di Malang 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Penyebar Hoax Soal Gempa Sulteng Ditangkap 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Membantu Sesama, Pedagang di Palu Tak Naikkan Harga 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Gempa Sulteng, Pemprov Jateng Kirim 100 Relawan 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Polres Malang Kota Galang Dana Setiap Apel Pagi 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Pemprov Sumsel Akan Sumbang Beras ke Sulteng 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Elite Partai-DPR Minta Pemerintah Pangkas Birokrasi 30 September 2018, 10:25:03 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 30 September 2018, 10:25:03 WIB
IPI Harap Masyarakat Sulteng Bangkit Dari Kesedihan 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Gempa Sulteng, Jateng Siap Kirimkan Tenaga Medis 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Alasan Korban Gempa Sulteng Menjarah Minimarket 30 September 2018, 10:25:03 WIB
BNPB: 224 Gempa Susulan Terjadi di Sulawesi Tengah 30 September 2018, 10:25:03 WIB
DPR Wacanakan Tambah Anggaran BMKG, Ini Alasannya 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Bulog Kirim 5 Ton Daging ke Palu dan Donggala 30 September 2018, 10:25:03 WIB
800 Kg Rendang untuk Korban Gempa Sulteng 30 September 2018, 10:25:03 WIB
UAS Pimpin Salat Gaib untuk Korban Gempa Sulteng 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Tangani Gempa Sulteng, Diperlukan Triliunan Dana 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Tenda Robek, Logistik Menipis, Dapur Umum Belum Ada 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Jumlah Pengungsi di Kota Palu Capai 16.723 Orang 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Tsunami Sulteng Tingginya Mencapai 6 Meter 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Korban Gempa Palu: Tolong Doakan Kami! 30 September 2018, 10:25:03 WIB
BNPB: Mayoritas Gempa Terjadi Saat Akhir Pekan 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Runway Retak 250 Meter, Bandara Palu Kembali Dibuka 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Tsunami di Palu Disebabkan Karena Dua Faktor 30 September 2018, 10:25:03 WIB
BNPB: Jalur Darat Palu ke Poso Lumpuh 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Takut Gempa Susulan, Warga Palu Tidur di Jalanan 30 September 2018, 10:25:03 WIB
48 Korban Meninggal Dunia Gempa Sulteng 30 September 2018, 10:25:03 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Jokowi Terus Pantau Gempa dan Tsunami di Sulteng 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Gempa Donggala Disebabkan Aktifitas Sesar Palu Koro 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Keluarga Sandi Sute Jadi Korban Gempa di Sulawesi 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Gempa Susulan Masih Terjadi di Donggala 30 September 2018, 10:25:03 WIB
BMKG Cabut Status Potensi Tsunami Gempa Donggala 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Gempa Donggala, 1 Warga Meninggal Dunia 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Gempa 5,9 SR Guncang Donggala, Warga Berhamburan 30 September 2018, 10:25:03 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up