JawaPos Radar

Ladies, Ini 7 Manfaat Rencanakan Kehamilan Secara Matang

30/09/2018, 10:00 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
alat kontrasepsi, rencana kehamilan,
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Dr. dr. Andon Hestiantoro, SpOG(K), menjelaskan manfaat penggunaan kontrasepsi untuk mempersiapkan kehamilan. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - World Contraception Day (WCD) atau Hari Kontrasepsi Sedunia diperingati secara rutin setiap 26 September. Penggunaan kontrasepsi bukan sekadar mengatur jarak dan jumlah anak, tetapi akan meningkatkan kesejahteraan perempuan.

Tahun ini PT. Bayer Indonesia kembali menyuarakan pentingnya pengetahuan perempuan terkait kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga melalui KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi). Memastikan akses informasi dan layanan kontrasepsi akan bermanfaat besar bagi sosio ekonomi.

Seperti menjadikan perempuan mampu bersama dengan pasangannya untuk memutuskan kapan dan berapa anak yang akan dimiliki. Serta menjadikan perempuan menyelesaikan pendidikan terbaik dan meningkatkan otonomi perempuan di rumah-tangganya serta memperkuat ekonomi mereka.

Dengan populasi Indonesia saat ini sebanyak 265 juta, di antaranya adalah remaja perempuan yang akan tumbuh menjadi perempuan dewasa dan seorang ibu. Sementara itu, menurut Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013 terjadi sedikit peningkatan penggunaan kontrasepsi dari 55,8 persen (2010) menjadi 59,7 persen (2013). Pada saat yang sama juga terjadi penurunan angka kelahiran (TFR) dari 2,6 anak per perempuan di tahun 2012 menjadi 2,4 anak per perempuan di tahun 2017.

Maka dari itu, sebelum menikah dan sesudah menikah, pasangan harus sepakat soal rencana kehamilan. Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Dr. dr. Andon Hestiantoro, SpOG(K), menjelaskan berbagai manfaat penting pasangan muda merencanakan kehamilan dengan matang, salah satunya dengan menggunakan alat kontrasepsi.

1. Tingkatkan Kesejahteraan Perempuan

Perencanaan keluarga melalui pemanfaatan kontrasepsi merupakan gerakan global yang penting dan bertujuan meningkatkan kesejahteraan perempuan. Penggunaan kontrasepsi tidak saja bertujuan untuk mengendalikan kelahiran tetapi juga untuk memperkuat hak-hak perempuan dalam menentukan sendiri kapan mereka siap hamil, bagaimana mempersiapkan kehamilan, dan menjaga kesehatan selama kehamilan sehingga dapat melahirkan generasi baru yang berkualitas.

"Dengan merencanakan jarak kehamilan dengan baik, maka perempuan dapat lebih memberdayakan dirinya dalam segi pendidikan dan sosial sehingga kesejahteraan dirinya maupun keluarga dapat ditingkatkan pula," jelas dr. Andon.

2. Kendalikan Kesuburan

Menghargai hak ibu mengendalikan kesuburan. Misalnya hamil jika sudah siap, ASI selama 2 tahun, membesarkan anak, dan sebagainya.

3. Lindungi Kesehatan Reproduksi

Melindungi ibu dari gangguan kesehatan reproduksi. Misalnya kehamilan terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat akan meningkatkan risiko preeklamsia, prematuritas, san lainnya.

4. Lindungi Anak

Melindungi anak dari gangguan tumbuh kembang dan gangguan kesehatan. Terlalu dekat atau terlalu banyak anak, maka gizi yang diberikan akan kurang.

5. Turunkan Risiko Kanker

Menurunkan risiko kanker. Misalnya menurunkan kejadian kanker indung telur dan kanker endometrium.

6. Turunkan Risiko Penyakit

Menurunkan risiko penyakit radang panggul. Terlalu banyak anak dan terlalu dekat jaraknya bisa meningkatkan risiko ibu mengalami penyakit tersebut.

7. Menjaga Kesehatan Jiwa

Mempersiapkan kehamilan dengan baik akan menjaga kesehatan jiwa. Misalnya hamil yang tidak sehat meningkatkan risiko depresi pasca melahirkan. Dan terlalu banyak anak juga membuat ibu stres dalam mengasuhnya.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up