JawaPos Radar

Bareng Kominfo dan LPER, GMB Soroti Persoalan Stunting

30/09/2018, 07:14 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Stunting
Stunting atau kondisi gagal tumbuh akibat kurangnya gizi buruk ternyata tidak hanya menjadi perhatian Kementerian kesehatan (Kemenkes). Tapi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) juga iukt ambil bagian dalam masalah ini. (jpnn/jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Stunting atau kondisi gagal tumbuh akibat kurangnya gizi buruk ternyata tidak hanya menjadi perhatian Kementerian kesehatan (Kemenkes). Tapi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) juga iukt ambil bagian dalam masalah ini.

Termasuk Gerakan Membangun Bangsa (GMB) dan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) yang turut ambil bagian mencegah stunting pada anak. Ketiganya berkolaborasi menyelenggarakan talkshow dengan tema Cegah Stunting, Itu Penting! Menyambut Bonus Demografi 2030 di gedung serbaguna Kemenkominfo, Jakarta, (29/9).

Acara itu dihadiri Menkominfo Rudiantara, Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bappenas Pungkas Bahjuri Ali, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia Hardinsyah, dan Public Affairs Manager Friesiand Campina Doni Wibisono.

Ketua Umum Gerakan Membangun Bangsa (GMB) Bonita Harsadi mengatakan, acara itu bertujuan mendukung program pemerintah dalam upaya menurunkan prevelansi stunting di Indonesia.

“Sebab, data menunjukkan masih terdapat 8,9 juta anak balita Indonesia yang mengalami stunting atau 37,2 persen sesuai Rikesdas 2013,” kata Bonita.

Dia menambahkan, angka itu menempatkan Indonesia dalam lima besar negara dengan jumlah penderita stunting tertinggi.

Bonita menjelaskan, edukasi dilakukan dengan isu penting seperti pembahasan pengertian stunting, penyebab, pencegahan, waktu kejadian, dan peran budaya masyarakat. “Sekaligus memberikan pengetahuan lebih dalam tentang pola hidup sehat dan pemenuhan gizi yang tepat agar anak dapat hidup sehat dan aktif,” ujar Bonita.

Sementara itu Ahmad Irfan selaku Kepala Hubungan Masyarakat menjelaskan, sosialisasi mengenai stunting memang sangat penting. Menurutnya, GMB mempunyai tanggung jawab sosial untuk mendukung program pemerintah dalam upaya penurunan prevalensi stunting di Indonesia.

“Dengan demikian, tujuan jangka panjang pemerintah untuk menyejahterakan masyakat Indonesia, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan dapat tercapai,” papar Irfan.

(jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up