JawaPos Radar

Liga 1 2018

Lindungi Suporter, 18 Klub Liga 1 Ikrarkan 'Rivalitas Tanpa Membunuh'

29/09/2018, 20:17 WIB | Editor: Agus Dwi W
liga 1 2018
Manager 18 tim Liga 1 mengikrarkan rivalitas tanpa membunuh di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (29/9). (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kematian anggota Jakmania, Haringga Sirla dalam laga Persib Bandung lawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akhir pekan lalu memberi duka mendalam bagi sepak bola nasional. Sebagai upaya untuk tidak terjadi lagi insiden berdarah tersebut, perwakilan 18 klub Liga 1 mengikrarkan 'rivalitas tanpa membunuh'.

Ikrar ini disampaikan sesaat sebelum 'Laga Amal Haringga Sirila' antara Arema FC dengan Madura United, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (29/9). Juru bicara ikrar, Haruna Soemitro, membacakan isi ikrar di hadapan media. Pada intinya, saat ini sepak bola Indonesia tengah berduka akibat fanatisme berlebih.

Manajer Madura United itu menjelaskan, klub memastikan bahwa suporter adalah aset. Bahkan harta karun sepak bola. Karena, tanpa mereka sepak bola menjadi tak bernilai.

"Kehilangan satu orang suporter dipastikan kami kehilangan aset yang tidak boleh terjadi. Kami pastikan, (suporter) akan kami jaga dengan semua kekuatan yang kami optimalkan," katanya.

Dalam ikrar rivalitas tanpa kekerasan ini, klub-klub seolah ingin menegaskan bahwa sepak bola Indonesia tengah berduka atas hilangnya jiwa manusia atas nama fanatisme.

"Hilangnya jiwa manusia atas nama fanatisme terulang kembali dalam kekerasan brutal dan keji yang membunuh," lanjut Haruna saat membacakan ikrar.

Dalam ikrar itu, dia tegaskan, Liga 1 mengecam dengan keras dan meminta kepada semua orang untuk hentikan kekerasan. "Kami menyadari bahwa suporter adalah tapak hakiki sepak bola sekaligus daratan akhir sepak bola berlabuh," katanya lagi.

Maka dari itu, imbuh Haruna, dalam jeda kompetisi ini mereka ingin melakukan konsolidasi dengan semua klub Liga 1. Konsolidasi digunakan untuk memastikan sepak bola kembali dan terjaga jati dirinya.

"Sepakbola tanpa rivalitas sama seperti menonton bioskop. Hanya datang, duduk begitu saja. Rivalitas perlu, fair play juga tapi tanpa kekerasan," tegasnya. 

Untuk diketahui, di antara perwakilan 18 tim Liga 1 dalam ikrar tersebut dihadiri oleh Dirut Persija Gede Widiade dan Direktur PT PBB Teddy Tjahyono. Tampak juga manajer Persebaya Candra Wahyudi dan Presiden Borneo FC Nabil Husein.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up