JawaPos Radar

Proyek Normalisasi BKT Masih Terkendala Relokasi

29/09/2018, 16:51 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Proyek Banjir Kanal Timur
ILUSTRASI: Proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang masih terkendala persoalan relokasi sejumlah rumah dan pedagang kaki lima di area bantaran. (Adityo Dewi/Radar Semarang/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang masih terkendala persoalan relokasi sejumlah rumah dan pedagang kaki lima di area bantaran. Meski begitu, pembangunan diklaim telah mencapai 50 persen sejak dimulai akhir 2017 lalu.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana Ruhban Ruzziyatno mengatakan, walau sesuai kontrak proyek baru akan berakhir tahun 2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta penyelesaiannya dipercepat.

"BKT itu multi years, tiga tahun dari 2017 sampai 2019. Tapi Pak Menteri PUPR (Basuki Hadimuljono) 2018 selesai. Kita cuma kendalanya di sosial saja. Kalau itu selesai, cepat sekali (progressnya)," ujarnya saat dijumpai di Gedung Korpri, Semarang, Sabtu (29/9).

Ruhban yang mengklaim pelaksanaan proyek sudah mencapai 50 persen itu berujar bahwa di sekitaran bantaran BKT masih ada beberapa warga dan pedagang kaki lima (PKL). Tapi, menurutnya, sebagian sudah mulai dipindah demi kelancaran proyek senilai Rp 485 miliar tersebut.

"Sudah, sudah ada kesepakatan. Mereka pindah di Masjid Raya yang (kawasannya) sudah kita ratakan," sambungnya.

Lebih lanjut, Ruhban menerangkan, bahwa saat ini proyek tengah fokus pada pembangunan di titik in-stream atau alur sungai. Revetment alias struktur pelindung sedang dibangun untuk bagian plengsengan sungai.

"Pekerjaan tanah kan sudah 90 persen, tanah yang dulu diangkut banyak sekali itu. Tinggal revetment-nya ini menghindari nanti kalau hujan turun, pekerjaan harus sudah beres, baru nanti kita bicara parapet," tambahnya.

Seperti diketahui, proyek normalisasi sungai BKT membentang sepanjang 6,7 kilometer dan dikerjakan oleh tiga kontraktor sekaligus. Dimulai dari muara sungai hingga Jembatan Majapahit dan ke depannya bisa segera menanggulangi masalah banjir yang saat ini bersifat mendesak.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up