JawaPos Radar

Tangani Gempa dan Tsunami

Istana Gerak Cepat Bikin Grup WhatsApp Gempa dan Tsunami Sulteng

29/09/2018, 16:17 WIB | Editor: Kuswandi
Gempa Sulteng
Titik Pusat Gempa di Donggala, Sulteng (Dok.BMKG)
Share this image

JawaPos.com - Para pejabat tinggi pemerintah langsung bergerak cepat ‎adanya gempa dengan kekuatan 7,4 skala richter dan tsunami di Kota Palu dan juga Kabupaten Donggala, Sulteng.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho ‎mengatakan, pihak istana lewat langsung membuat grup WhatsApp dengan nama 'Mitigasi Gempa Sulteng'. Itu dilakukan untuk memantau kondisi dan penanganan masyarakat yang terdampak gempa dan tsunami.

"Tim komunikasi presiden membentuk grup WhatsApps, terdiri dari para menteri kepala, Panglima TNI, Kapolri, Kapolda dan sebagainya," ujar Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (29/9)

Bahkan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberikan informasi Bandara Palu akan dibuka pada sore ini juga melalui grup WhatsApp tersebut.

"Laporan di sini (WhatsApp) bahwa Bandara Palu buka. Menhub pastikan dibuka sore ini," katanya.

Selain itu, para menteri dan juga BNPB terus melaporkan kondisi dan update terbaru kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Misalnya mengenai kondisi daerah-daerah yang belum bisa terjangkau akibat akses jalan terputus.

"Jadi sampai tadi malam Kepala BNPB melaporkan ke Presiden seperti di Donggala komunikasi terputus dan mati lampu," ungkapnya.

‎Adapun dari gempa dan tsunami tersebut data sementara sebanyak 384 orang meninggal dunia. Kemudian korban luka-luka sebanyak 540 orang. Sementara ada sebanyak 29 orang hilang. Itu terdiri di Kelurahan Pantoan Induk, Kota Palu.

Jumlah korban dan luka-luka itu hanya data sementara dari Kota Palu. Sementara untuk Kabupaten Donggala belum mendapatkan informasi. Hal itu karena terputusnya akses komunikasi dan juga listrik padam.

Adapun korban meninggal dan luka luka dirawat di sembilan rumah sakit. Di antaranya:

1. RS Wirabuana Palu, 10 orang meninggal dan 184 luka
2. RS Masjid Raya, 50 orang meninggal dunia
3.‎ RS Bhayangkara, 161 meninggal dunia
4. S Pantoloan Indouk, 20 orang meninggal dunia
5. Kayumalue Pajeko, dua orang meninggal
6. RS Undata Mamboro Palu, 141 orang meninggal dunia dan 160 orang luka.
7. RS Woodward Palu, 28 orang luka-luka
8. RS Budi Agung Palu, 144 orang luka
9. RS Samaritan Palu, 54 orang luka.

(gwn/JPC)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 29/09/2018, 16:17 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 29/09/2018, 16:17 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 29/09/2018, 16:17 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 29/09/2018, 16:17 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 29/09/2018, 16:17 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 29/09/2018, 16:17 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 29/09/2018, 16:17 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up