JawaPos Radar

Hoax Hasutan Angka 0 dalam Nomor Urut Capres Rugikan Prabowo-Sandi

29/09/2018, 15:29 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Hoax Hasutan Angka 0 dalam Nomor Urut Capres Rugikan Prabowo-Sandi
Informasi salah yang diunggah oleh akun Facebook Didah Faridah Nur Rahman (Akun Facebook Didah Faridah Nur Rahman)
Share this image

JawaPos.com - Banyak netizen mempertanyakan alasan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menambahkan angka 0 pada nomor urut pasangan calon presiden. Bahkan, tak sedikit yang sok tahu, berlagak seolah ahli TI. Menyebarkan hasutan bahwa penambahan angka 0 itu terkait sistem rekapitulasi KPU yang akan memenangkan calon tertentu.

Salah satunya akun Facebook Didah Faridah Nur Rahman (fb.com/100009013029251). Menurut Didah, sistem rekapitulasi KPU menggunakan komputerisasi. Ketika angka-angka rekapitulasi diinput, angka-angka itu akan berubah menjadi bilangan biner atau binari. "Dalam bilangan biner, hanya dikenal angka 01. Tidak ada angka 02. Urutan bilangan biner adalah: 00 = 0, 01 = 1, 10 = 2, 11 = 3 dst," tulis Didah.

Menurut dia, CPU atau komputer menggunakan bahasa biner. Mulai pemrosesan memori hingga warna. "Jadi Kalau KPU ngotot menambahkan angka 0 di depan angka 1 dan 2 dari nomor urut paslon yang maju, itu akan menimbulkan deviasi dan miss data dalam perhitungan suara. Karena, komputer akan secara otomatis hanya menghitung inputan 01, dan tidak bisa membaca 02, karena ga ada dalam kamus binernya," tulis pesan tersebut.

Hoax Hasutan Angka 0 dalam Nomor Urut Capres Rugikan Prabowo-Sandi
Informasi salah yang diunggah oleh akun Facebook Didah Faridah Nur Rahman (Akun Facebook Didah Faridah Nur Rahman)

Menanggapi hal itu, Komisioner KPU Viryan Azis memastikan klaim tersebut tidak berdasar. ''Tidak ada kaitan antara 01 dan 02 dengan potensi manipulasi hasil penghitungan suara pemilu,'' ujarnya saat dikonfirmasi kemarin.

Viryan menjelaskan, KPU melakukan rekapitulasi suara secara berjenjang dan manual menggunakan formulir. Dari TPS naik ke PPK, lalu ke KPU kabupaten/kota, provinsi, dan berakhir di KPU RI. Kalaupun ada kesalahan input, akan dilakukan koreksi pula secara berjenjang.

Memang, KPU juga memiliki sistem input yang terkomputerisasi, yakni sistem informasi penghitungan suara (Situng). ''Itu pun inputnya berupa scan formulir C1,'' lanjutnya. Selain itu, Situng bukan sarana rekapitulasi resmi. Itu hanya alat bantu agar hasil penghitungan suara di TPS bisa segera diketahui masyarakat.Yang menjadi patokan hasil pemungutan suara tetap penghitungan secara manual.

Viryan menambahkan, penggunaan nomor 01 dan 02 merupakan kesepakatan kedua paslon presiden dan wapres agar nomor urut mereka tidak sama dengan partai. Kesepakatan itu terjadi 21 September lalu, beberapa menit sebelum momen pengambilan nomor urut paslon. Tidak ada kaitannya dengan penghitungan suara, apalagi memengaruhi hasil rekapitulasi suara.

Selain itu, Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno saat mengambil nomor urut di KPU juga memastikan jika keputusan itu diambil oleh Prabowo dan Jokowi. Mereka bersepakat memutuskan menambah angka nol di depan angka satu dan dua supaya tidak sama dengan nomor urut partai. Sandiaga menyebut kalau kesepakatan itu dicapai tak sampai satu menit . Sandiaga juga menyebut momen itu berlangsung dengan sangat santai dan cair.

"Ini menunjukkan bahwa kami bersahabat, kami ingin Pemilu yang mempersatukan, menjunjung tinggi keberagaman, persatuan, juga keteduhan," ucap Sandiaga Uno.

Head of Applied IT Development Center Ma Chung University Soetam Rizky Wicaksono juga memastikan pesan tersebut tidak benar. Menurut dia, ada tipe-tipe data dalam sebuah database komputer. Tidak mungkin ada data yang disimpan dalam format binari murni. "Ada banyak tipe-tipe data angka, misalnya integer dan bigint. Tipe data tersebut bisa membaca angka apa pun. Tidak hanya 01," jelas penulis belasan buku komputer itu. 

FAKTA

Penggunaan angka 01 dan 02 pada nomor urut paslon presiden dan wakil presiden dilakukan atas kesepakatan kedua pihak agar tidak sama dengan nomor urut parpol.

(gun/byu/fat)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up