JawaPos Radar

Klaim dari Pasian Penyakit Jantung Koroner ke BPJS Rp 7,4 Triliun

29/09/2018, 15:14 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Klaim dari Pasian Penyakit Jantung Koroner ke BPJS Rp 7,4 Triliun
Petugas berbicara dengan warga yang mencari informasi lebih dalam terkait BPJS Kesehatan ((DERY RIDWANSAH/JAWA POS))
Share this image

JawaPos.com - Hari Jantung Sedunia jatuh pada Jumat (29/7). Berdasar sample registration system (SRS) Indonesia pada 2014, penyakit jantung koroner (PJK) masih menjadi pembunuh nomor 2 setelah stroke dengan persentase 12,9 persen dari seluruh penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan kembali risiko PJK. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Cut Putri Arianie mengungkapkan bahwa berdasar data dari BPJS Kesehatan, beban biaya PJK setiap tahun terus meningkat.

Hal itu terlihat dari tren sejak 2014. Total Rp 4,4 triliun biaya yang ditagihkan ke BPJS Kesehatan untuk pasien PJK. Pada 2016, jumlahnya meroket ke angka Rp 7,4 triliun. "Ada peningkatan biaya kesehatan untuk PJK sebesar 68,2 persen," kata Putri kemarin (28/9).

Untuk meredam tren peningkatan tersebut, kata Putri, pemerintah sebenarnya sudah melaksanakan berbagai kampanye dengan Inpres Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Salah satu caranya adalah membentuk posko-posko pengecekan kesehatan di kantor-kantor pemerintahan dan institusi-institusi yang memiliki banyak karyawan.

"Di posko-posko itu bisa skrining tingkat gula darah, kolesterol, dan periksa kesehatan jantung," kata Putri.

(tau/c6/agm)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up