JawaPos Radar

Korban Gempa Palu: Tolong Doakan Kami!

29/09/2018, 14:49 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Korban Gempa Palu: Tolong Doakan Kami!
Suasana ruko di Palu yang rusak setelah gempa melanda, Jumat (28/9) (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Kepala saya masih terasa pusing. Rasanya seperti oleng. Gempa besar baru saja terjadi selepas azan Magrib lalu. Pukul 18.02 Wita. Tanpa banyak pikir panjang, saya pun langsung keluar rumah, mengajak istri saya. Kami betul-betul panik.

Dalam waktu singkat, gempa terasa berkali-kali. Seingat saya, sampai lima kali gempa begitu terasa mengguncang rumah kami di Jalan Diponegoro. Tidak terlalu jauh dari Palu Grand Mall.

Tempat tinggal kami memang sangat dekat dengan pantai. Informasi tsunami dengan cepat beredar. Kami pun bergegas meninggalkan rumah. Entah bagaimana rumah saya setelah saya tinggal. Hingga malam ini (tadi malam), saya belum berani kembali ke rumah. Saya tidak tahu apakah terseret air laut atau bagaimana.

Yang terpenting, saat ini saya bersama istri selamat. Saya juga bersama sepupu dan keponakan. Alhamdulillah, kami masih selamat dan bisa berkirim kabar kepada sanak famili yang lain.

Kejadian ini mengingatkan saya pada Agustus 2004. Saat itu juga ada gempa besar di Palu setelah tsunami di Aceh. Tapi, gempanya tidak separah sekarang ini.

Dari rumah saya di Jalan Diponegoro, kami pun memutuskan untuk mencari tempat yang lebih tinggi. Karena khawatir terkena tsunami. Warung nasi pecel lele usaha kelurga kami pun terpaksa libur hari ini. Kami ingin bergegas ke Balaroa yang memang lokasinya berupa dataran tinggi yang jauh dari pantai. Mencari tempat yang aman untuk melewatkan malam ini.

Situasi memang cukup mencekam malam ini. Lampu mati. Banyak pula warga di sini yang berteriak-teriak mencari sanak familinya. Saya sendiri juga sedang mencari-cari dua keponakan saya yang belum ketemu. Gempa masih terasa mengguncang terus-menerus. Bahkan sampai malam ini sekitar pukul 23.30 Wita, gempa masih terasa.

Sepeda motor yang saya pakai untuk mengungsi bersama istri juga tak banyak membantu. Bensinnya habis. Saya pun meminta izin untuk beristirahat sejenak di halaman rumah warga yang saya rasa cukup aman untuk berhenti sementara. Sambil menunggu kondisi mereda. Tapi, beberapa kali guncangan masih cukup terasa. Kami pun menggelar karpet dan beristirahat di luar rumah. Sambil terus waspada.

Kami berharap bisa melewati musibah ini. Berharap segera ada bantuan dari pemerintah untuk mencari korban. Ada keluarga kami yang ikut hanyut terbawa gelombang tsunami. Rumah mereka dekat dengan pantai. Ada dua warung makan yang ikut hanyut bersama sepeda motor. Saya sangat berharap mereka bisa ditemukan.

Semoga gempa ini segera mereda dan kami bisa kembali ke kehidupan sehari-hari. Saya juga berharap masyarakat lain bisa membantu doa untuk kami.

Oleh M. Arifin, Warga Donggala Kodi (sebagaimana dituturkan kepada wartawan Jawa Pos Juneka)

(c5/tom)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 29/09/2018, 14:49 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 29/09/2018, 14:49 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 29/09/2018, 14:49 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 29/09/2018, 14:49 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 29/09/2018, 14:49 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 29/09/2018, 14:49 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 29/09/2018, 14:49 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up